Nilai tengah tukar rupiah mengalami pelemahan ke level 9.927 yang merupakan level terendah sejak tahun 2009. Asing masih terus melanjutkan penjualan bersih dan kembali mencatat penjualan bersih senilai 1,1 triliun. Dengan begitu sudah hampir 1 bulan ini asing terus melakukan aksi jualnya di bursa efek Indonesia. Harga-harga sebagian besar komoditas ikut mengalami penurunan membuntuti pasar modal dengan penurunan terbesar pada emas yang turun lebih dari 6% dibawah level 1.300.
Turunnya data PMI manufaktur China menambah sentimen negatif bursa global selain dari perhatian utama pelaku pasar yang tertuju pada sinyal penurunan stimulasi. Sedangkan didalam negeri, capital outflow asing dan pelemahan nilai mata uang rupiah akan tetap lebih dominan menjadi perhatian. Bank Indonesia sendiri sudah memberikan sinyal untuk kembali melakukan intervensi dengan membeli kembali surat berharga negara (SBN). IHSG diprediksi akan melanjutkan koreksi dengan kisaran support dan resistance 4.505 - 4.696.
(ang/ang)










































