Semalam (19/06), bursa Wall Street ditutup mengalami penurunan tajam. Indeks DJIA melemah sebesar 353.87 poin atau turun 2,34% ke level 14,758.32, indeks Nasdaq melemah sebesar 78.57 poin atau turun 2.28% ke level 3,364.64, indeks S&P juga ikut melemah sebesar 40.74 poin atau turun 2.50 % ke level 1,588.19. Investor masih kuatir terhadap program stimulus dimana bank sentral AS yang berencana akan mengurangi stimulus berupa pembelian aset di tahun ini serta rilisnya data manufaktur China yang terkontraksi di level 48.3 dari sebelumnya 49.2. Di sisi lain, beberapa data ekonomi yang rilis seperti Klaim Pengangguran Mingguan yang naik menjadi 354.000 dan markit manufacturing PMI AS yang turun ke level 52.20 dari sebelumnya 52.30 menambah sentiment negatif sehingga membuat DJIA mengalami pelemahan tajam sejak November 2012.
Hari ini kami perkirakan IHSG masih akan melanjutkan pelemahannya. Sentimen negatif yang datang dari eksternal serta kenaikan harga BBM bersubsidi masih akan menekan pergerakan IHSG. Secara teknikal, IHSG membentuk pola menyerupai two black crows dan berada mendekati area lower bolingger bands. Indikator MACD bergerak turun dengan histogram negatif, indikator stochastic bergerak ke arah oversold. Kami perkirakan IHSG bergerak pada kisaran support 4560-4807 resistance.
(ang/ang)











































