ANTM β Proyek FeNi Kaltim dan CGA Tayan
PT Aneka Tambang (ANTM) meningkatkan pengerjaan proyek feronikel di Halmahera Timur, Maluku Utara (FeNi Haltim) dan proyek Chemical Grade Alumina (CGA) di Tayan, Kalimantan Barat. Pabrik pengolahan feronikel membutuhkan investasi US$ 1.6 Miliar dengan kapasitas 27,000 ton fernonikel, dana termasuk membangun dua pembangkit listrik. Rencananya pembangunan pabrik dan infrakstrukur akan dilakukan awal 2014. sehingga pada 2015 sudah masuk tahap instalasi pelaksanaan proyek. sementara, Proyek CGA Tayan senilai US$ 490 Juta akan masuk tahap instalasi dan persiapan pelaksanaan proyek pada Oktober 2013. Nantinya pabrik smelter bauksit ini akan memproduksi 300,000 ton CGA.
DGIK β Kontrak baru
PT Nusa Konstruksi Enjiniring (DGIK) membukukan kontrak baru senilai Rp 800 Miliar sampai saat ini. Jumlah tersebut mencapai 53% dari target tahun ini. Tahun ini DGIK menargetkan perolehan kontrak baru sekitar Rp 1.5 hingga Rp 1.8 Triliun dimana sebagian besar kontrak yang diterima merupakan proyek konstruksi. Hingga saat ini porsi kontrak dari pemerintah mencapai 61% sisanya dari perusahaan swasta. Tahun ini, DGIK menargetkan total kontrak senilai Rp 3 Triliun. Selain proyek di dalam negeri, DGIK mengincar pasar di luar negeri. DGIK masih menunggu perizinan di Saudi Arabia untuk mengikuti terder disana.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IMAS β Tender offer
Gallant Venture Ltd. akan melakukan tender offer atas seluruh saham publik, sekitar 818.5 juta lembar saham (29.6% saham) pada harga Rp 5,426 per lembar. Periode tender offer ditetapkan pada 25 Juni hingga 24 Juli 2013 dengan tanggal pembayaran pada 2 Agustus 2013. Tender offer merupakan bagian dari akuisisi 52.35% saham IMAS oleh Gallant senilai Rp 7.84 Triliun pada harga Rp 5,420 per lembar saham.
TBIG β Rencana buyback saham
PT Tower Bersama Infrastructure (TBIG) berencana melakukan buyback atas 239.8 juta lembar saham (5% saham) dalam 18 bulan setelah mendapat persetujuan RUPSLB yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli 2013. TBIG mengalokasikan dana senilai maksimum Rp 1.44 Triliun terkait rencana buyback saham. Mengacu pada jumlah saham dan alokasi dana, acuan harga maksimal buyback saham sekitar Rp 6,005 per lembar.
(ang/ang)











































