First Asia: IHSG Alami Rebound

First Asia: IHSG Alami Rebound

First Asia - detikFinance
Senin, 24 Jun 2013 08:40 WIB
First Asia: IHSG Alami Rebound
Jakarta - Pada minggu lalu asing mencatatkan total penjualan hingga Rp. 4,9 triliun. Ini berarti habis sudah net buy asing selama tahun 2013. Namun data menunjukkan sejak tahun 2007 hingga Q1 2013 ada sekitar Rp. 144 triliun dana asing masuk ke pasar modal Indonesia.

Sebenarnya jika di analisa asing memiliki trend masuk yang semakin meningkat setiap tahunnya. Selain itu jika terdapat banyak pembelian pada suatu kuartal, maka mereka akan melakukan pengurangan pembelian atau bahkan cenderung keluar di kuartal selanjutnya.

Pada Q1 2012 pola tersebut juga terlihat dimana mereka membeli sebanyak 10 triliun dan menjual sekitar 8 triliun pada Q2. Jadi bukan tidak mungkin jika terjadi pembelian besar-besaran di Q3 atau Q4 2013 yang seperti di Q3 2012.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemudian jika menyikapi pernyataan The Fed yang membuat market kecewa dan galau di pekan lalu. Ada beberapa penekanan yang harus diperhatikan. Kebijakan tersebut hanya akan diakhiri jika perekonomian AS membaik. Memang saat ini trend perekonomian AS membaik, akan tetapi masih cukup banyak pihak yang meragukan hal tersebut.

Selain itu jika memang pertumbuhan Amerika membaik, hal tersebut akan berdampak positif kepada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo memperkirakan angka pertumbuhan ekonomi di tahun 2014 akan berada di level 6,4 hingga 6,8 persen. Pertumbuhan ini ditopang oleh membaiknya pertumbuhan ekonomi Amerika sehingga akan berdampak pada membaiknya kinerja ekspor impor Indonesia.

Untuk hari ini IHSG berpotensi mengalami teknikal rebound karena telah melemah dalam 3 hari terakhir. Diprediksikan asing masih akan melakukan penjualan sampai akhir bulan. Jadi ancaman koreksi lanjutan masih sangat tinggi. Tidak dapat dipungkiri ada banyak alasan untuk asing melakukan penyesuaian jumlah portofolionya di Indonesia. Menurunnya pertumbuhan ekonomi Indonesia, ancaman inflasi yang cukup tinggi dan masih defisitnya neraca perdagangan menjadi alasan yang cukup kuat untuk mengurangi posisi, namun hal tersebut dapat berubah jika pada Q3 kita dapat mengoptimalkan potensi pertumbuhan ekonomi yang kita miliki. Oh ya, jangan lupa PE IHSG sudah turun lagi ke 15,2x.

IHSG 4400 – 4600

Saham Pilihan :

RALS 1250 - 1500 Buy on Weakness

AISA 1100 - 1300 Spec Buy

BSDE 1660 - 1800 Spec Buy

(dru/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads