Jakarta - Tampaknya awan gelap belum beranjak dari lantai bursa. IHSG masih terkena tekanan jual. Bahkan dengan adanya kepastian waktu kenaikan harga BBM yang telah diumumkan di akhir pekan kemarin juga belum mampu membalikkan pasar. Padahal, sentimen tersebut terus mewarnai pasar selama kurang lebih 2 pekan terakhir. Tampaknya pasar sedang mencari sentimen negatif lainnya untuk membuat IHSG semakin terpuruk, selain dari faktor profit taking semata. Kepanikan berlebihan dan masih jualannya asing membuat IHSG tidak kuat bertahan lama di zona positif di awal sesi perdagangan awal pekan ini. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4561,55 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4429,46 (level terendahnya) di akhir sesi 2 dan berakhir di level 4515,37. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pada perdagangan Selasa (25/6) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4405-4415 dan resistance 4456-4486. Berpola menyerupai two inside down menyentuh lower bollinger bands (LBB). MACD melanjutkan penurunan dengan histogram negatif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic masih berada di sekitar area oversold. Harapan positif terhadap IHSG pasca berhasil masuk dalam target resisten (4554-4587) langsung sirna dengan laju IHSG yang kembali menabrak target support kami (4432- 4496). Tekanan jual masih ada. Sentimen negatif juga datang silih berganti. Belum adanya trigger positif pada IHSG membuat peluang rebound kemungkinan masih akan tertunda.
(ang/ang)