EXCL β Rencana konsolidasi frekuensi Axis
Tim evaluasi teknis Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) terkait rencana akuisisi Axis oleh PT XL Axiata (EXCL) tengah mengkaji beberapa hal strategis seperti alokasi frekuensi Axis yang dapat dipakai EXCL pasca akuisisi. Sesuai dengan Pasal 25 PP No. 53/2000, pemegang alokasi frekuensi radio tidak dapat mengalihkan alokasi frekuensi radio yang telah diperoleh kepada pihak lain kecuali mendapat persetujuan Menteri. Axis memiliki pita selebar 10 MHz di spektrum 2.1 GHz dimana saat ini EXCL memiliki pita selebar 15 MHz di spektrum yang sama. Namun demikian BRTI mengisyaratkan EXCL tetap berpeluang mendapat tambahan frekuensi dari rencana akuisisi tersebut.
JSMR β Rencana emisi obligasi
PT Jasa Marga (JSMR) berencana menerbitkan obligasi berkelanjutan senilai total Rp 6 Triliun dimana untuk tahap pertama akan diterbitkan obligasi senilai Rp 2.1 Triliun. Sekitar Rp 1.7 Triliun dana hasil emisi obligasi akan dialokasikan untuk refinancing utang yang jatuh tempo pada 4Q 2013 dan sisanya dialokasikan untuk belanja modal. Manajemen memperkirakan kupon obligasi yang baru akan jahu lebih rendah dari kupon 12.5% dari obligasi yang akan di refinancing. JSMR menganggarkan dana belanja modal mencapai Rp 7 Triliun untuk membiayai proyek jalan tol baru. Empat proyek jalan tol JSMR akan beroperasi tahun ini dan berpotensi memberi tambahan kontribusi sebesar Rp 150 Miliar terhadap total pendapatan tahun ini yang diperkirakan mencapai Rp 6.5 Triliun (realisasi pendapatan Rp 5.6 Triliun pada 2012) akibat naiknya volume kendaraan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PT Selamat Sempurna mengakuisisi saham PT Selamat Sempana Perkasa (SPP) yang bergerak di bidang perdagangan dan industri adalah pemasok komponen kendaraan SMSM dan PT Prapat Tungal Cipta (PTC) yang bergerak di di bidang perdagangan, pembangunan, perindustrian, transportasi serta jasa konsultan merupakan distributor tunggal SMSM. SMSM mengakuisisi 99.9% saham SPP senilai Rp 44.94 Miliar dan 99.9% saham PTC senilai Rp 50.6 Miliar. Akuisisi tersebut diharapkan SMSM dapat mendukung integrasi usaha perusahaan secara vertikal. Kontribusi pendapatan dari dua anak usaha ini masih sangat kecil, SMSM menargetkan kedua perusahaan berkontribusi 5%-7% dari total pendapatan hingga akhir tahun ini.
ULTJ β Kerjasama dengan ITO EN
PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company (ULTJ) bekerjasama dengan ITO EN Ltd, produsen minuman asal Jepang. ITO EN Asia Pacific Holdings Pte Ltd, anak usaha ITO EN Ltd telah menandatangani perjanjian pendirian dua anak usaha patungan dengan ULTJ, PT Ultrajaya ITO EN yang bergerak di bisnis manufaktur (ULTJ 55%, ITO EN 45%) dan PT ITO EN Ultrajaya yang bergerak di bisnis perdagangan (ITO EN 55%, ULTJ 45%). Ultrajaya ITO EN akan memproduksi minuman teh dalam kemasan untuk pasar Indonesia, terutama teh hijau yang akan diluncurkan pada 1Q 2014.
(ang/ang)











































