Magnus Capital: Indeks Bergerak Melemah

Magnus Capital: Indeks Bergerak Melemah

- detikFinance
Rabu, 10 Jul 2013 08:54 WIB
Magnus Capital: Indeks Bergerak Melemah
Jakarta - Pada perdagangan kemarin, IHSG bergerak melanjutkan pelemahan dan ditutup terkoreksi -29.82 poin ke level 4403.80 dengan total nilai transaksi mencapai Rp 5.1 triliun sedangkan investor asing masih membukukan net sell sebesar Rp 551 miliar. Pelemahan dipengaruhi oleh sentimen negatif dari peningkatan inflasi, pelemahan rupiah terhadap dollar AS dan tekanan terhadap neraca perdagangan indonesia. Ekspektasi penigkatan suku bunga juga menjadi katalis penekan laju IHSG.

Indeks Dow Jones semalam ditutup naik 75.65 poin ke level 15300.34 sedangkan indeks Nasdaq ditutup menguat 19.43 poin ke level 3504.26 dan indeks S&P ditutup naik 11.86 poin ke level 1652.32. Penguatan dipengaruhi oleh optimisme investor terhadap laporan keuangan kuartal II, Alcoa Inc berhasil membukukan penghasilan yang diluar perkiraan analis. IMF semalam menurunakan prediksi pertumbuhan global ke level 3.1%, menyusul perlambatan yang terjadi pada negara berkembang dan krisis berkepanjangan di Eropa. IMF juga menurunkan outlook 2014 menjadi 3.8 % dari sebelumnya 4%.

Indeks regional pagi ini dibuka mixed, menyusul dirilisnya data dari China yaitu June China Trade dan akan menjadi indikasi apakah akan menambah daftar panjang perlambatan ekonomi di China. Secara teknikal, indeks diperkirakan akan bergerak melemah dengan potensi rebound pada kisaran 4350-4480.Cermati MAIN, ACES,PTPP

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Corporate News
CTRA: PT Ciputra Residence, anak usaha perseroan berencana menerbitkan obligasi sebesar Rp 500 miliar pada semester II-2013.
DART: Perseroan akan menggelar penawaran umum berkelanjutab (PUB) obligasi senilai Rp 1 triliun
Bumi Plc: Perseroan dikabarkan akan segera merampungkan kesepakatan senilai US$ 508 juta, yang akan memuluskan rencana Group Bakrie memisahkan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dari Bumi Plc.
GWSA: Perseroan merealisasikan penjualan marketing sales unit properti sebesar Rp 1 triliun pada semester I-2013. Kontribusi penjualan sebagian besar berasal dari proyek terpadu TCC Batavia di karet.
BSDE: Perseroan memproyeksikan pendapatan usaha mencapai lebih dari Rp 2.5 triliun pada semester I/2013,atau naik 56% dari periode yang sama tahun lalu Rp 1.6 triliun.

(dru/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads