Jakarta -
Tergiur dengan laju bursa saham AS dan Eropa yang menghijau dalam beberapa hari terakhir membuat IHSG berkeinginan untuk ikut positif juga. Apalagi di hari sebelumnya bursa saham Asia juga mulai turut menghijau sehingga membuat pelaku pasar mencoba untuk memberanikan diri mengambil aksi beli dengan memanfaatkan pelemahan hampir mayoritas saham. Asing meskipun secara total masih mencatatkan nett sell namun, adanya aksi belu di sejumlah saham big caps a.l TLKM, UNVR, ICBP, dan lainnya membuat laju IHSG mampu rebound. Begitupun dengan pemodal lokal yang telah melakukan aksi beli sebelumnya semakin membuat IHSG mampu bertahan di zona hijau hingga akhir penutupan. Kali ini laju IHSG seirama dengan laju bursa saham global. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4495,16 (level tertingginya) di pertengahan sesi 2 dan menyentuh level 4413,59 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan berakhir di level 4478,64. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan penurunan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pada perdagangan Kamis (11/7) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4400-4456 dan resistance 4489-4512. Berpola menyerupai separating lines di atas lower bollinger bands (LBB). MACD masih turun dengan histogram negatif yang mendatar. RSI, William's %R, dan Stochastic masih dalam penurunannya mendekati area oversold. Tidak seperti sebelumnya dimana target support kami selalu ditabrak, kali ini laju IHSG berhasil melampaui target resisten kami (4475-4501) yang menandakan mulai ada perlawanan dari aksi beli. Diharapkan dorongan beli masih ada sehingga mampu menghijaukan kembali IHSG
(ang/ang)