Kiwoom Securities: Indeks Cenderung Mixed

Kiwoom Securities: Indeks Cenderung Mixed

- detikFinance
Selasa, 16 Jul 2013 08:24 WIB
Kiwoom Securities: Indeks Cenderung Mixed
Jakarta - Masih mixednya arah bursa global belum dapat memberikan dukungan. IHSG hanya naik tipis setelah relatif tertekan kemarin. Posisi IHSG di dekat resistance masih berpotensi membuka peluang koreksi atau sebaliknya. Sehingga, kami memperkirakan IHSG akan bergerak cenderung mixed hari ini.



APLN – Rencana ekspansi

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PT Agung Podomoro Land (APLN) berencana membangun superblock diatas lahan seluas 5.2Ha di Medan (Sumatra Utara) dengan nilai proyek mencapai Rp 4.5 Triliun. Proyek tersebut akan mencakup 3,000 unit apartemen, gedung perkantoran 28 lantai, pusat perbelanjaan seluas 63,000 mΒ², hotel, dan kios. Rencana tersebut akan dilakukan pasca akuisisi 58% saham PT Sinar Menara Deli (SMD) yang saat ini memiliki lahan tersebut. Proyek tersebut rencananya dimulai pada awal tahun depan dan selesai pada akhir 2016.



EXCL – Rencana akuisisi

Menteri Komunikasi dan Informatika menyatakan tidak keberatan dengan rencana akuisisi Axis oleh PT XL Axiata (EXCL), namun belum dapat mengeluarkan izin prinsip serta jumlah frekuensi yang harus dikembalikan EXCL apabila mengakuisisi Axis.



SMGR – Rencana emisi obligasi

PT Semen Indonesia (SMGR) tengah mengkaji opsi emisi obligasi global senilai US$ 300 Juta untuk mendukung ekspansi tahun depan. Manajemen memperkirakan kebutuhan belanja modal mencapai Rp 5-6 Triliun tahun depan, dimana sekitar Rp 2 Triliun dialokasikan untuk pembangunan pabrik di Rembang (Jawa Tengah) dan Padang (Sumatra Barat). Sekitar Rp 1 Triliun dialokasikan untuk pabrik pengemasan, Rp 1 Triliun untuk modal kerja, dan Rp 1-2 Triliun untuk pengembangan usaha lainnya. Nilai belanja modal tersebut belum termasuk rencana ekspansi di Myanmar, dimana SMGR berencana membangun pabrik baru senilai US$ 200 Juta. Sisa kebutuhan dana akan berasal dari kas internal dimana manajemen telah menyiapkan dana senilai US$ 400 Juta.



TLKM – Kerjasama Alcatel dan NEC

PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) bekerjasama dengan Alcatel Lucent untuk membangun teknologi fiber optic di wilayah timur Indonesia dengan panjang 3,000 Km. Kerjasama dengan Alcatel dalam rangka pembangunan kabel fiber optic proyek Palapa Ring Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS). Selain Alcatel, TLKM juga bekerjasama NEC dengan membangun fiber optic sepanjang 2,000 Km terbentang sepanjang Papua Barat.




(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads