Jakarta -
Laju IHSG mulai kembali berseberangan dengan bursa saham Asia. Saat bursa saham Asia berpesta merayakan rilis GDP China yang berhasil melampaui estimasi, IHSG malah letoy terkena aksi jual. Positifnya sentimen yang ada tidak serta merta membawa IHSG ikut menghijau. Selain dipicu posisi teknikal yang terbentuk yang menandakan mulai adanya tekanan jual di tengah masih tingginya daya dorong beli dan pola yang terbentuk hampir sama seperti awal Juli dimana laju penguatan mulai terbatas, juga dipicu mulai meresponnya efek kenaikan BI rate dan kebijakan BI mengenai LTV perumahan. Pada pembukaan pasar saham Eropa yang positif sempat tidak mampu membalikkan posisi IHSG ke teritori positif namun, jelang closing justru mampu ditutup positif. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4641,01 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4582,13 (level terendahnya) jelang preclosing dan berakhir di level 4633,11. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pada perdagangan Selasa (16/7) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4568-4615 dan resistance 4655-4664. Berpola menyerupai hammer pada middle bollinger bands (MBB). MACD masih naik dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic masih lanjut rebound menjauhi area oversold. Akhir IHSG berada di atas target support kami (4572-4605) namun, gagal mendekati target resisten (4650) yang menandakan masih adanya tekanan jual. Diharapkan sentimen positif dari China bisa berimbas ke pasar saham global sehingga IHSG pun masih dapat menikmati imbasnya walaupun di tengah aksi profit taking.
(ang/ang)