Perlambatan pertumbuhan China 2Q13 menimbulkan spekulasi pasar, otoritas China akan mengeluarkan kebijakan stimulusnya untuk menahan perlambatan ekonomi. Pada perdagangan kemarin tekanan jual terutama melanda saham infrastruktur terutama saham PGAS menyusul rencana kenaikan harga jual gas dari produsen. Sedangkan aksi beli melanda sejumlah saham pertambangan seperti INCO, TINS, dan ANTM. Pelemahan rupiah atas dolar AS memberikan dampak positif bagi emiten sektoral yang mengandalkan pendapatan dalam US dolar. Sementara indeks DJIA dan S&P di Wall Street tadi malam ditutup menguat masing-masing 0,13% dan 0,14% di 15484,26 dan 1682,50. Sentimen pasar terutama dipicu bervariasinya data ekonomi AS yang keluar dan pencapaian laba emiten Citigroup yang diatas estimasi awal. Penjualan ritel Juni di AS naik 0,4% dibawah ekspektasi 0,8%. Sedangkan indeks sektor manufaktur di negara bagian New York tumbuh menjadi 9,5 melampaui perkiraan 5,2. Pelaku pasar tengah menanti testimoni Bernanke di depan Komite Sektor Keuangan DPR dan Senat AS pekan ini.
Melanjutkan perdagangan hari ini, IHSG masih akan melanjutkan tren konsolidasi dengan rentang support di 4550 hingga 4590 dan resisten di 4680 dan 4715 dengan peluang penguatan terbatas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham Pilihan
ANTM 1180-1270 TB, SL 1160
RALS 1220-1330 BoW, SL 1200
TINS 1210-1360 SoS, SL 1200
GJTL 3150-3375 TB, SL 3050
ENRG 112-120 BoW, SL 109
(dru/dru)











































