Kiwoom Securities: Bursa Dunia Beri Sentimen Negatif

Kiwoom Securities: Bursa Dunia Beri Sentimen Negatif

- detikFinance
Rabu, 17 Jul 2013 08:26 WIB
Kiwoom Securities: Bursa Dunia Beri Sentimen Negatif
Jakarta - Relatif melemahnya bursa dunia dapat memberi sentimen negatif. IHSG kembali berada di kisaran positif di tengah mixednya arah perdagangan kemarin. Penembusan pada resistance dan mulai adanya minat beli asing diharapkan dapat membatalkan tren yang negatif. Maka, kami memperkirakan IHSG masih akan berada di kisaran yang mixed hari ini.


Coal Sector – China tunda batasan impor batubara
Pemerintah China akan menunda larangan impor batubara berkalori rendah setelah National Energy Administration (NEA) China telah dua kali merevisi usulan pembatasan impor batubara tersebut. Usulan tersebut diputuskan akan ditunda tanpa menyebutkan batas waktunya. Sebelumnya NEA mengusulkan larangan impor batubara berkalori dibawah 4,800-5,000 kkal/kg. Sekitar 20% batubara asal Indonesia yang diekspor ke China berkalori dibawah 4,800 kkal/kg.

BMTR – Kinerja 1H 2013
PT Global Mediacom (BMTR) membukukan kenaikan laba bersih 1H 2013 sebesar 34%Yoy menjadi Rp 340 Miliar Vs Rp 254 Miliar pada 1H 2012. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan pendapatan sebesar 15.6%Yoy menjadi Rp 4.8 Triliun Vs Rp 4.15 Triliun pada periode yang sama tahun lalu. Kontribusi pendapatan terbesar berasal dari pendapatan iklan yaitu 63% dari total pendapatan. Pendapatan iklan BMTR selama 2Q 2013 naik 23% menjadi Rp 1.65 Triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

CMNP – RUPSLB tolak rencana emisi obligasi dan lapkeu
RUPSLB PT Citra Marga Nusaphala (CMNP) pada 15 Juli lalu menolak rencana penerbitan obligasi senilai Rp 1.2 Triliun dan laporan keuangan tahun 2012. Pemegang saham merasa ragu akan penggunaan dana hasil emisi obligasi, apakah akan digunakan untuk investasi di luar bisnis inti CMNP seperti rencana akuisisi PT Merpati Nusantara Airlines dan PT Bank Mutiara (BCIC). Pemegang saham meminta dilakukannya audit ulang atas aspek pengelolaan kas internal perusahaan, terutama terkait dana hasil pelaksanaan non-preemptive rights. Pemegang saham menduuga dana tersebut tidak digunakan sebagaimana mestinya dan masih dalam bentuk deposito. Dengan pembentukan tim audit khusus maka alokasi penggunaan laba bersih 2012 belum dapat ditentukan. Sementara itu RUPSLB menyetujui perubahan Direksi serta Komisaris perusahaan dimana Danty Indriastuty Purnamasari ditunjuk menggantikan Jusuf Hamka sebagai Direktur Utama.

SMGR – Penjualan Semen Tonasa
Anak perusahaan PT Semen Indonesia (SMGR), PT Semen Tonasa, membukukan kenaikan penjualan 1H 2013 sebesar 137%Yoy menjadi 2.78 juta ton seiring dengan beroperasinya pabrik Tonasa V yang memiliki kapasitas produksi 3 juta ton per tahun. Manajemen menargetkan penjualan Semen Tonasa mencapai 6.5 juta ton tahun ini berdasarkan pertumbuhan permintaan sebesar 18.1%. Namun demikian pertumbuhan permintaan semen di Kawasan Timur Indonesia (KTI) hanya naik sebesar 8.3%Yoy, jauh lebih rendah dari pertumbuhan 23.4%Yoy tahun lalu, membuat manajemen memproduksi lebih rendah dari kapasitas produksinya. Saat ini pangsa pasar Semen Tonasa mencapai 42% untuk KTI dan 9.1% untuk keseluruhan Indonesia.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads