Jakarta - Seperti yang tertulis kemarin, mulai adanya aksi profit taking dan laju bursa saham global yang mulai variatif membuat IHSG hanya bergerak tipis. Waspadai mulai terjadinya pembalikan arah (jika ada). Ternyata IHSG memilih untuk terkoreksi. Mayoritas indeks sektoral pun tampak memerah namun, indeks perkebunan dan pertambangan berhasil menghijau. Sektor infrastruktur yang sebelumnya menguat didukung saham-saham telekomunikasi, di akhir sesi kembali melemah karena derasnya pelemahan saham-saham infrastruktur lainnya. Belum adanya trigger positif dan kenaikan selama 5 hari berturut-turut dimanfaatkan pelaku pasar untuk profit taking dan cenderung melepas positif. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4740,31 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4677,66 (level terendahnya) jelang pre closing dan berakhir di level 4678,98. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan kenaikan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pada perdagangan Selasa (23/7) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4658-4686 dan resistance 4698-4762. Berpola menyerupai bearish engulfing di atas middle bollinger bands (MBB). MACD masih naik dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mulai bergerak terbatas setelah menyentuh area overbought. Sempat berhasil melampaui target resisten kami (4734) namun, tidak lama kembali melemah di bawah target support kami (4688) yang memperlihatkan masih dominannya tekanan jual. Pola ini berpeluang melanjutkan pelemahannya namun, jika dapat diimbangi dengan sentimen positif terutama dari rilis kinerja keuangan maka diperkirakan akan terbatas.
(ang/ang)