ADHI β Kinerja 1H 2013
PT Adhi Karya (ADHI) mencatat kenaikan laba bersih sebesar 135.6% yoy pada 1H 2013 menjadi Rp 68.4 Miliar dari Rp 29.1 Miliar pada 1H 2012. Kenaikan tersebut ditopang oleh kenaikan dari pendapatan usaha yang naik 87.5% menjadi Rp 3.3 Triliun dari Rp 1.8 Triliun. Marjin laba kotor perusahaan menurun dari 10.4% menjadi 9.4%.
BBTN β Kinerja 1H 2013
PT Bank Tabungan Negara (BBTN) membukukan penurunan laba bersih 1H 2013 sebesar 8.3%Yoy menjadi Rp 569.21 Miliar Vs Rp 620.86 Miliar pada 1H 2012 lalu kendati membukukan kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 15.4%Yoy menjadi Rp 2.62 Triliun. Laba operasi hanya naik 1.1%Yoy menjadi Rp 917.53 Miliar pada 1H 2013. Posisi CAR tercatat sebesar 16.36% pada 1H 2013 (15.59% pada 1H 2012) dengan posisi NPL Gross sebesar 4.63% (3.46% pada 1H 2012), ROE sebesar 13.89% (18.43% pada 1H 2012) dan LDR sebesar 110.58% (108.3% pada 1H 2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BTPN β Kinerja 1H 2013
PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) membukukan kenaikan laba bersih 1H 2013 sebesar 28.2%Yoy menjadi Rp 1.18 Triliun Vs Rp 917.67 Miliar pada 1H 2012 lalu. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 24%Yoy menjadi Rp 3.44 Triliun. BTPN membukukan kenaikan laba operasional sebesar 28.5%Yoy menjadi Rp 1.48 Triliun pada 1H 2013. Posisi CAR tercatat sebesar 22.67% pada 1H 2013 (21.9% pada 1H 2012) dengan posisi NPL Gross sebesar 0.65% (0.74% pada 1H 2012), ROE sebesar 29.94% (31.79% pada 1H 2012) dan LDR sebesar 91.37% (85.87% pada 1H 2012).
ELSA & TLKM β Beli saham ELSA
PT Telkom Indonesia (TLKM) telah menandatangani perjanjian jual beli saham dengan Patrakom pada 28 Juni lalu, dimana TLKM akan membeli 2.23% saham PT Elnusa (ELSA) senilai Rp 45.6 Miliar. Saat ini Patrakom tercatat memiliki 40% saham ELSA.
IMAS β Kerjasama dengan Autobacs Seven
PT Indomobil Sukses Internasional (IMAS) melalui anak usahanya, PT Central Sole Agency mendirikan perusahaan patungan dengan peritel onderdil otomotif asal Jepang, Autobacs Seven. IMAS dan Autobacs Seven mendirikan PT Autobacs Indomobil Indonesia untuk menjangkau pasar distribusi grosir onderdil dan aksesoris mobil. Melalui penyertaan modal sebesar US$ 18 Juta dimana sebanyak 51% dimiliki Central Sole dan 49% dimiliki Autobacs. Dari sisi konsolidasi, IMAS memperkirakan kontribusi Autobacs Indomobil akan menyumbangkan 2%β3% untuk laba bersih IMAS secara proporsional pada kepemilikan 51%. Bisnis tersebut kemungkinan akan dimulai pada 2014 dengan pembukaan toko baru di daerah Serpong. Biaya investasi untuk 3 tahun ke depan diperkirakan mencapai US$6 Juta untuk pembukaan 5 toko pada 2014 dan masing-masing 10 toko untuk 2015 dan 2016.
(ang/ang)











































