poin ke level 4767.159 dengan total nilai transaksi mencapai Rp 5.6 triliun
sedangkan investor asing tercatat membukukan net buy sebesar Rp 330 miliar
di pasar reguler meskipun Rupiah terdepresiasi ke Rp 10.200. Penguatan
kemarin di pengaruhi oleh penguatan bursa regional, setelah PM China LI
Keqiang menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi negara tersebut tidak akan
dibawah 7% yoy serta adanya rumor yang menyatakan bahwa China akan segera
menggontorkan program stimulus untuk memacu pertumbuhan ekonomi .
Indeks Dow Jones semalam ditutup menguat 22.19 poin ke level 15567.74,
sedangkan indeks S&P ditutup melemah -3.14 poin ke level 1692.39 dan indeks
Nasdaq juga ditutup melemah -21.11 poin ke level 3579.27. Bursa Wall st ditutup
mixed semalam ,namun Dow mengalami Penguatan yang dipengaruhi oleh
sentimen positif dari laporan keuangan emiten United Tech dan Boeing.
Indeks regional pagi ini dibuka mixed, menjelang dirilisnya data PMI China.
Secara teknikal, indeks diperkirakan akan bergerak mixed cenderung menguat
pada kisaran 4650-4825. Cermati saham ASRI, JPFA, AKRA, BMRI, BBCA, BBRI,
BMTR, ICBP.
TLKM: Perseroan siap melepas saham anak usahanya, PT Dayamitra
Telekomunikasi (Mitratel), maksimal sebesar 49%. Dengan demikian, Telkom
tetap menguasai mayoritas saham perusahaan menara itu sebesar 51%
BIPI: Perseroan akan menjual lagi anak usahanya untuk membayar utang.
Perseroan siap melepas saham PT Nusa Energy Raya, pemegang izin usaha
pertambangan mangan di kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).
MTLA: Perseroan membukukan penjualan pemasaran (marketing sales) unit
properti sebesar Rp 538 miliar pada semester I-2013 atau 49% dari target
tahun ini Rp 1.1 triliun.
MASA: Perseroan membukukan peningkatan volume penjualan ban domestik
sekitar 20% hingga semester I-2013. Peningkatan Volume penjualan
diproyeksikan berlanjut hingga akhir tahun.
ISSP: Perseroan mencatatkan penjualan sekitar Rp 1.5 triliun pada semester
I-2013, membaik dibandingkan kuartal I-2013 sebesar Rp 713 miliar.
BBTN: Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 673 miliar hingga semester
I-2013, tumbuh 2.2% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 659
miliar. Sedangkan Kredit bertumbuh 26.78% menjadi Rp 91.40 triliun.
(dru/dru)











































