IPO β PT Puradelta Lestari
PT Puradelta Lestari, anak usaha Sinarmas Land yang mengembangkan kota industri Deltamas, berencana IPO dengan menjual maksimal 10.84 Miliar saham (20% saham). Harga penawaran Rp 205-Rp 255 per saham dengan target perolehan dana Rp 2.22 Triliun - Rp 2.77 Triliun. Sekitar 60% dana IPO untuk pembangunan infrastruktur, 20% lainnya dialokasikan untuk pembebasan lahan di Bekasi dan 20% sisanya untuk modal kerja tahun ini Rp 1 Triliun. Harga jual kawasan industri berkisar Rp 1.7 juta - Rp 1.8 juta/mΒ² dan Puridelta akan membeli 200 Ha lahan untuk menambah landbank saat ini seluas 2,989 Ha. Masa penawaran umum berlangsung 24 Juli-1 Agustus dengan penjatahan pada 22 Agustus dan listing pada 26 Agustus 2013. Macquarie Capital Securities Indonesia dan Sinarmas Sekuritas berperan sebagai penjamin emisi
ASSA β Kinerja 1H 2013
PT Adi Sarana Armada (ASSA) membukukan kenaikan laba bersih 1H 2013 sebesar 307.6%Yoy menjadi Rp 43.16 Miliar Vs Rp 10.59 Miliar pada 1H 2012 lalu. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan pendapatan sebesar 39.9%Yoy menjadi Rp 494.68 Miliar pada 1H 2013 dengan laba operasi tercatat naik 36.4%Yoy menjadi Rp 110.78 Miliar. Naiknya kinerja laba bersih terutama diakibatkan oleh penurunan beban keuangan sebesar 15.4%Yoy menjadi Rp 54.9 Miliar pada 1H 2013.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
TBIG β Rencana buyback
PT Tower Bersama Infrastructure (TBIG) akan melakukan pembelian kembali saham publiknya (buyback) maksimal 5% dari jumlah modal yang ditempatkan atau 239.8 juta lembar saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia. Rencana buyback saham itu dikarenakan kelebihan dana dan dana pinjaman perseroan memiliki jangka waktu yang panjang. TBIG menganggarkan dana sebesar Rp 1.44 Triliun untuk aksi buyback tersebut.
WSKR β Kinerja 1H 2013
PT Waskita Karya (WSKR) membukukan kenaikan laba bersih 1H 2013 sebesar 52.2%Yoy menjadi Rp56.49 Miliar Vs Rp 37.1 Miliar pada 1H 2012 lalu. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan pendapatan sebesar 10.3%Yoy menjadi Rp 3.01 Triliun pada 1H 2013 Vs Rp 2.73 Triliun pada 1H 2012. Naiknya kinerja laba bersih terutama diakibatkan oleh penurunan beban pinjaman sebesar 34.2%Yoy menjadi Rp 47.8 Miliar pada 1H 2013.
(ang/ang)











































