Sedangkan dari domestik, pelemahan rupiah atas dolar AS yang menyentuh level Rp.10300 kemarin turut menekan sejumlah harga saham sektoral yang sensitif terhadap pelemahan rupiah seperti properti, otomotif, dan perbankan. Sementara Wall Street tadi malam ditutup terkoreksi, faktor penggerak pasar terutama berasal dari rilis laba 2Q13 emiten sektoral.
Indeks DJIA dan S&P masing-masing terkoreksi 0,16% dan 0,38% di 15542,24 dan 1685,94. Indeks flash manufaturing AS Juli ini naik ke 53,2 melampaui estimasi 52,5. Ini merupakan indeks tertinggi dalam empat bulan terakhir yang mengindikasikan pertumbuhan ekonomi AS terus berlanjut. Selain sektor manufaktur, sektor perumahan AS juga terus bertumbuh. Angka penjualan rumah baru Juni di AS naik 8,3% mencapai 497 ribu unit melampaui estimasi 482 ribu unit. Di zona Euro indeks saham ditutup menguat menyusul respon positif atas pertumbuhan aktivitas manufaktur di zona Euro sebagaimana terlihat dari indeks flash manufacturing PMI zona Euro mencapai 50,1 di atas estimasi 49,1.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IHSG : S1 4670 S2 4620 R1 4780 R2 4820
Saham Pilihan
BBRI 7900-8350 BoW, SL 7800
SMGR 15100-15600 TB, SL 14900
ASRI 720-800 TB, SL 730
LPKR 1330-1400 TB, SL 1310
PGAS 5500-6900 BoW, SL 5300
ASII 6500-6900 BoW, SL 6400
CTRP 990-1060 BoW, SL 980
(dru/dru)











































