Jakarta - Melemahnya bursa saham AS seiring meningkatnya pertumbuhan data penjualan rumah baru dan manufacturing PMI AS yang menimbukan reaksi negatif akan percepatan penarikan stumulus The Fed dan penurunan beberapa kinerja emiten, berimbas negatif pada bursa saham Asia, termasuk IHSG yang sejak awal sesi terus berada di zona merah. Apalagi dari pola teknikal yang terbentuk, laju Rupiah yang masih longsor, dan kondisi memerahnya bursa saham Asia juga mendukung untuk pelemahan. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4722,38 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4665,88 (level terendahnya) di pertengahan sesi 2 dan berakhir di level 4674,12. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pada perdagangan Jumat (26/7) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4634-4681 dan resistance 4695-4748. Berpola menyerupai three outside down di atas middle bollinger bands (MBB). MACD naik terbatas dengan histogram positif yang mendatar. RSI, William's %R, dan Stochastic mulai terbatas kenaikannya di area overbought. Setelah gagal menuju target resisten kami (4748-4789), IHSG melemah dan berada pada kisaran target support (4658-4686) yang mengindikasikan masih adanya tekanan jual. Dari pola yang ada masih memungkinkan melemah namun, kita harapkan dalam tahap terbatas.
(ang/ang)