Aktivitas manufaktur di negara adidaya mengindikasikan tren pertumbuhan dalam empat bulan terakhir, tercermin dari indeks Flash Manufacturing PMI Juli yang mencapai 53,2. Sedangkan dari domestik, pelemahan rupiah atas dolar AS yang mencapai level Rp.10300 turut meningkatkan resiko pasar. Sementara itu tadi malam indeks saham utama Wall Street, DJIA dan S&P masing-masing ditutup menguat 0,09% dan 0,26% di 15555,61 dan 1690,25. Penguatan terbatas tersebut terutama dipicu sentimen individual rilis laba 2Q13 sejumlah emiten. Di Zona Euro, indeks saham utama ditutup di teritori negatif menyusul sentimen negatif rlis laba emiten dan kekhawatiran atas perlambatan pertumbuhan ekonomi China.
Pada perdagangan akhir pekan ini, IHSG diperkirakan masih bergerak bervariasi. Rilis laba emiten 1H13 berpeluang mengangkat sejumlah harga saham sektoral terutama emiten bank BUMN. Namun meningkatnya kekhawatiran tren pelemahan rupiah atas dolar AS bisa membatasi penguatan. IHSG akan bergerak dengan support di 4625 dan resisten di 4780.
(ang/ang)











































