BJTM β Kinerja 1H 2013
PT BPD Jawa Timur (BJTM) membukukan kenaikan laba bersih 1H 2013 sebesar 28.1%Yoy menjadi Rp 428.58 Miliar Vs Rp 334.5 Miliar pada 1H 2012. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 24.4%Yoy menjadi Rp 1.11 Triliun pada 1H 2013 dengan laba operasi tercatat naik 28.4%Yoy menjadi Rp 593.46 Miliar. Posisi CAR tercatat sebesar 22.82% pada 1H 2013 (20.51% pada 1H 2012) dengan posisi NPL Gross sebesar 3.29% (2.55% pada 1H 2012), ROE sebesar 18.47% (21.21% pada 1H 2012) dan LDR sebesar 74.52% (71.41% pada 1H 2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BNGA β Kinerja 1H 2013
PT Bank CIMB Niaga (BNGA) membukukan penurunan laba bersih 1H 2013 sebesar 18.6%Yoy menjadi Rp 1.48 Triliun Vs Rp 1.81 Triliun pada 1H 2012 lalu kendati membukukan kenaikan pendapatan bunga bersih sebesar 4.9%Yoy menjadi Rp 4.91 Triliun. Laba operasi naik 7%Yoy menjadi Rp 2.9 Triliun pada 1H 2013. Posisi CAR tercatat sebesar 15.89% pada 1H 2013 (15.07% pada 1H 2012) dengan posisi NPL Gross sebesar 2.25% (2.52% pada 1H 2012), ROE sebesar 19.54% (22.78% pada 1H 2012), dan LDR sebesar 99.17% (98.83% pada 1H 2012).
BWPT β Kinerja 1H 2013
PT BW Plantation (BWPT) mencatat penurunan laba bersih sebesar 44.3% pada 1H 2013 menjadi Rp 85.7 Miliar dibanding 1H 2012 Rp 153.9 Miliar kendati membukukan kenaikan penjualan sebesar 5% menjadi Rp 546.4 Miliar. Gross margin perusahaan turun menjadi 43.7% dari 61.9% dengan operating margin turun menjadi 28% dari 48.4%.
DILD β Kinerja 1H 2013
PT Intiland Development (DILD) membukukan kenaikan laba bersih 1H 2013 sebesar 74.9%Yoy menjadi Rp 140.48 Miliar Vs Rp 80.3 Miliar pada 1H 2012. Naiknya kinerja didukung oleh kenaikan pendapatan sebesar 44.1%Yoy menjadi Rp 764.89 Miliar pada 1H 2013 dengan laba operasi tercatat naik 76.2%Yoy menjadi Rp 250.62 Miliar.
EXCL - Kemkominfo menyetujui rencana akuisisi
PT XL Axiata (EXCL) mendapatkan izin prinsip dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) untuk mengakuisisi PT Axis Telekom Indonesia. Setelah tahap ini, EXCL masih harus mendapatkan izin dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Manajemen EXCL mengungkapkan proses negosiasi masih terus berlangsung dan bila proses akuisisi berjalan dengan lancar maka EXCL dan Axis akan merger dan berkonsolidasi. Masalah frekuensi, EXCL akan mengikuti aturan yang terlebih dahulu dikembalikan ke negara dan EXCL akan membeli kembali frekuensi tersebut.
KLBF β Rencana investasi
PT Kalbe Farma (KLBF) menurunkan alokasi belanja modal tahun depan menjadi Rp 1 Triliun dari alokasi tahun ini sebesar Rp 1.5 Triliun karena sebagian besar ekspansi perusahaan telah dilakukan tahun lalu dan tahun ini. KLBF tengah membangun pabrik onkologi di Pulogadung. Sebagai realisasi kerjasama dengan PT Milko Beverage Industry (Milko), KLBF membentuk perusahaan JV bernama PT Kalbe Milko Indonesia (KMI) dengan porsi kepemilikan 51% KLBF dan 49% Milko. Tahun ini KMI akan membangun dua unit pabrik susu dengan investasi sekitar Rp 350-450 Miliar yang akan dibangun di Sukabumi dan Cikampek. Pekerjaan konstruksi pabrik susu diperkirakan selesai pada 2015 sehingga meningkatkan kapasitas produksi dari 12,000 ton per tahun saat ini menjadi 24,000 ton per tahun pada 2015.
(dru/dru)











































