Bursa global pada perdagangan akhir pekan lalu (26/07) terlihat ditutup dalam kondisi mixed dimana bursa eropa terlihat ditutup dalam kondisi mixed cenderung melemah sedangkan bursa AS terlihat ditutup dalam kondisi merata menguat sangat tipis atau cenderung flat. Penutupan bursa eropa yang relatif melemah akhir pekan lalu dipengaruhi oleh koreksi siginifikan saham-saham berbasis otomotif seperti Rolls Royce dan Daimler setelah para analis di eropa menurunkan peringkat rekomendasinya terhadap kedua saham tersebut. Sentimen negatif tersebut juga membuat saham otomotif lainnya, Renault ditutup melemah meski perusahaan tersebut berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan diatas ekspektasi pasar setelah berhasil menekan beban tenaga kerjanya. Sementara bursa AS berhasil ditutup menguat sangat tipis setelah sebelumnya sempat dibuka dalam tren melemah dipengaruhi oleh beragam hasil kinerja keuangan para emitennya seperti kinerja keuangan negatif Amazon.com serta kinerja keuangan positif Starbucks. Kenaikan Indeks Sentimen Konsumen per Juli hingga dari 83,9 di bulan Juni menjadi 85,1 di bulan Juli atau diatas level konsensus briefing.com yaitu 84,1 juga membantu bursa AS ditutup positif. Sedangkan bursa regional Asia berpotensi dibuka melemah awal pekan ini dipicu oleh tren penguatan Yen dan potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi di China. IHSG sendiri kami perkirakan masih akan cenderung melemah mengacu pada sentimen bursa dunia yang ada serta kekhawatiran angka inflasi Juli dengan kisaran pergerakan pada level support 4.616 - 4.626 dan level resistance 4.679 - 4.690.
ASRI
Last Price : 700
Buy On Weakness
Support Level : 650 - 670
Resistance Level : 730 - 770
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Last Price : 4.400
Speculative Buy
Support Level : 4.300 - 4.350
Resistance Level : 4.450 - 4.475
MYRX
Last Price : 650
Accumulate
Support Level : 620 - 630
Resistance Level : 670 - 690
(dru/dru)











































