Jakarta - Meski di akhir pekan bursa saham AS berakhir positif namun, tidak banyak berdampak pada laju bursa saham Asia. Sepanjang perdagangan awan negatif menyelimuti bursa saham Asia sehingga IHSG pun ikut terbawa suasana pelemahan. Pelaku pasar pun kembali melakukan aksi jual. Apalagi dari sisi teknikal juga menunjukkan tren pelemahan dan jelang rilis inflasi di pekan ini. Tidak hanya itu, rilis inflasi pun kebetulan akan keluar selang 2 hari menjelang libur panjang Hari Raya Idul Fitri sehingga pelaku pasar lebih memilih untuk mengamankan posisi. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4649,15 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4575,41 (level terendahnya) di pertengahan sesi 2 dan berakhir di level 4658,87. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pada perdagangan Selasa (30/7) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4548-4552 dan resistance 4615-4655. Berpola menyerupai black marubozu lewati middle bollinger bands (MBB). MACD bergerak turun dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mulai menjauhi area overbought. Sentimen negatif membawa IHSG berada di bawah target support (4624-4642) meski sempat berada tipis di atas target support tersebut. Tampaknya IHSG masih akan melanjutkan pelemahannya setelah tren yang ada mengindikasikan adanya pembalikan arah melemah. Tetapi, diharapkan masih ada sentimen positif untuk dapat menghalau tren negatif tersebut.
(ang/ang)