poin ke level 4608.48 dengan total nilai transaksi mencapai Rp 8.9 triliun
sedangkan investor asing tercatat membukukan net buy sebesar Rp 100 miliar
di pasar reguler. Sentimen positif dari rilis kinerja emiten semester I-2013
menjadi faktor penguat IHSG pada perdagangan kemarin. IHSG juga masih
dibayangi kekhawatiran akan tingginya inflasi di bulan Juli.
Indeks Dow Jones semalam bergerak flat dan ditutup melemah tipis -1.38 poin
ke level 15520.59 sedangkan indeks S&P berhasil ditutup naik 0.63 poin ke
level 1685.96 dan indeks Nasdaq juga ditutup naik 17.33 poin ke level 3616.47.
Investor di AS cenderung bersikap wait & see, karena ada beberapa data
penting yang akan dirilis pekan ini, yaitu PDB dan monthly jobless claim serta
hasil meeting dari FOMC. Data ekonomi US consumer confidence yang
tergelincir ke level 80.3 dari 82.1 di bulan Juni dan laporan keuangan emiten
yang mixed menjadi sentimen pergerakan bursa wall st semalam.
Indeks regional pagi ini dibuka mixed cenderung melemah, investor juga
menunggu hasil dari rapat dari The Fed yang akan selesai hari ini. The Fed
diperkirakan akan mempertahankan program stimulusnya, namun investor tetap
akan mencermati hasil rapat,dan mencari indikasi mengenai kapan diakhirinya
program tersebut.
Secara teknikal, indeks diperkirakan akan bergerak mixed cenderung menguat
pad kisaran 4500-4700. Indikator Stochastic berpotensi membentuk pola golden
cross pada area oversold. Cermati saham AISA, COWL, BMTR, MAPI.
ASII: Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 8.8 triliun pada semester
I-2013 atau turun 9% dibandingkan periode sama 2012 senilai Rp 9.7 triliun.
TLKM: Perseroan melepas 211.29 juta (1%) saham simpanan (treasury stock)
melalui private placement kepada sejumlah investor. Perseroan berpotensi
meraup dana sebesar Rp 2.4 triliun.
SMGR: Perseroan menjajaki akuisisi pabrik penggilingan semen di bangladesh
senilai US$ 20-30 juta atau setara dengan 200-300 miliar. Ekspansi ke Bangladesh
bersamaan dengan akuisisi pabrik semen di Myanmar.
BSDE: Perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp 1.53 triliun pada
semester I-2013, melonjak 202.72% dibandingkan periode sama tahun lalu
sebesar Rp 506.61 miliar. Kenaikan pendapatan menjadi pemicu lonjakan laba
berish pengembang kota mandiri terbesar di Indonesia tersebut.
(dru/dru)











































