Hasil FOMC meeting kembali menahan tingkat bunga Fed Fund Rate pada saat ini 0%-0,25%. Indeks DJIA ditutup turun 0,14% di 15499,54 dan S&P flat ditutup di 1685,73. Sedangkan indeks Nasdaq menguat 0,27% di 3626,37. Sepanjang Juli lalu indeks S&P dan DJIA di Wall Street masing-masing menguat 4,95% dan 3,96% terutama dipicu pencapaian laba emiten 2Q13 dan pemulihan ekonomi AS. Angka PDB AS 2Q12 yang dirilis tadi malam tumbuh 1,7% di atas estimasi ekonom sebesar 1,1%.
Berbeda dengan tren penguatan di Wall Street, IHSG sepanjang Juli lalu terkoreksi hingga 4,20% menyusul meningkatnya ekspektasi inflasi pasca kenaikan harga BBM dan tren pelemahan rupiah atas dolar AS yang akhir Juli mencapai Rp.10270. Sepanjang Juli rupiah terkoreksi 3,5% atas dolar AS. Kondisi ini diperburuk dengan arus dana asing yang keluar mengantisipasi pengurangan stimulus oleh The Fed. Sepanjang Juli lalu asing keluar dari pasar saham mencapai Rp.5 triliun. Dalam dua bulan terakhir penjualan bersih asing di pasar saham telah mencapai sekitar Rp.25 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IHSG : S1 4570 S2 4530 R1 4650 R2 4680
Saham Pilihan
KIJA 280-310 TB, SL 275
SMGR 15100-15600 TB, SL 14900
BMRI 8800-9350 TB, SL 8600
BBRI 8000-8350 SoS, SL 7900
CTRP 900-1000 TB, SL 89
INDF 6200-6700 BoW, SL 6100
(ang/ang)











































