Jakarta - Seperti yang kami sampaikan sebelumnya dimana sentimen yang ada masih akan bervariatif mempengaruhi IHSG sehingga cenderung bergerak sideways. Sentimen dari The Fed yang belum berencana mengurangi stimulusnya membuat pasar kembali mengalami rebound. Sempat mengalami penurunan karena shock therapy pasca dirilisnya lonjakan inflasi yang di atas estimasi dan masih defisitnya neraca perdagangan Indonesia namun, di akhir sesi IHSG mampu kembali berada di zona hijau seiring kembali positifnya bursa saham Asia karena rilis data-data ekonomi. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4632,43 (level tertingginya) jelang pre closing dan menyentuh level 4592,09 (level terendahnya) di akhir sesi 1 dan berakhir di level 4610,38. Volume perdagangan turun dan nilai total transaksi naik dengan terbantukan transaksi nego saham IMAS senilai Rp2,87 triliun sebanyak 529,21 lot saham. Investor asing mencatatkan nett buy dengan kenaikan nilai transaksi beli dan penurunan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pada perdagangan Jumat (2/8) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4588-4602 dan resistance 4635-4645. Berpola menyerupai hammer di bawah middle bollinger bands (MBB). MACD masih bergerak turun dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic masih menjauhi area overbought. Terjungkal dengan adanya sentimen negatif dalam negeri membuat IHSG lebih banyak berada di kisaran target support (4588-4602) dan gagal mendekati target resisten 1 (4635). Sesi perdagangan tinggal 1 hari, meski di luar sentimennya positif namun, karena adanya aksi mengamankan portofolio jelang libur Lebaran membuat IHSG masih akan variatif dengan kecenderungan naik tipis.
(ang/ang)