IPO β PT Siloam International Hospitals
PT Siloam International Hospitals berencana IPO dengan menjual maksimal 162.75 juta saham (14% saham). Anak usaha PT Lippo Karawaci (LPKR) ini akan menggunakan 52.5% dana IPO untuk pengadaan peralatan medis dan pembangunan rumah sakit dalam kurun waktu 2013-2015. Siloam berencana membangun rumah sakit baru di Pulau Jawa, Sumatra, dan Indonesia bagian Timur. Siloam juga akan menggunakan 27.5% dana IPO untuk membayar utang kepada LPKR dan sementara sisanya 20% untuk akuisisi rumah sakit. Masa penawaran umum berlangsung 12-28 Agustus dengan perkiraan mendapat pernyataan efektif pada 2 September dan listing pada 12 September 2013. Ciptadana dan Credit Suisse bertindak sebagai penjamin emisi.
BUMI β Perpanjangan tenor utang
PT Bumi Resources (BUMI) mendapat persetujuan kreditor untuk memperpanjang tenor utang senilai US$ 150 Juta selama 15 bulan. Utang tersebut diatur oleh Credit Suisse Group AG dan diberikan kepada BUMI pada August 2010. Pada saat diterbitkan, beban bunga utang tersebut 11% diatas Libor. Persetujuan perpanjangan tenor diberikan kreditur setelah Moodyβs menurunkan peringkat utang BUMI menjadi Caa1 dari B3 bulan lalu. Pada 5 Agustus lalu Standard & Poorβs menurunkan peringkat utang BUMI menjadi CCC dari B-. Anak perusahaan BUMI, PT Bumi Resources Minerals (BRMS), tercatat memiliki utang senilaiUS$ 350 Juta yang akan jatuh tempo pada September 2013.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
NISP β Rencana rights issue
PT Bank OCBC NISP (NISP) berencana menerbitkan 2.92 miliar lembar saham baru melalui proses rights issue dengan rasio 500:171. Dengan harga penawaran Rp 1,200 per lembar. Dengan demikian target perolehan dana mencapai Rp 3.5 Triliun. Seluruh dana hasil emisi obligasi digunakan untuk mendukung penyaluran kredit. Rencana tersebut menunggu persetujuan RUPSLB serta pernyataan efektif pada 29 Oktober 2013.
SMBR β Kinerja penjualan Juli
PT Semen Baturaja (SMBR) membukukan penjualan semen sekitar 110,000 ton pada bulan Juli dibandingkan dengan 96,000 ton pada bulan Juni seiring dengan beroperasinya pabrik cement mill baru bulan lalu. Naiknya kinerja penjualan semen juga didukung oleh perbaikan cuaca dimana curah hujan mulai berkurang pada bulan Juli.
TLKM β Memperluas bisnis dengan MVNO
PT Telekomunikasi Indonesia (TLKM) menggunakan skema bisnis mobile virtual network operator (MVNO) atau kerjasama dengan penyelenggara jasa telekomunikasi untuk memperluas bisnis di Malaysia, Taiwan, dan Makau. Pada September tahun ini, TLKM melalui anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia International Malaysia (Telin malayasia) akan komersialisasikan skema bisnis MVNO di Malaysia. TLKM akan bertindak sebagai penyelenggara MVNO bekerja sama dengan operator yang memiliki izin alokasi spektrum frekuesi di negara tersebut karena penyelenggara MVNO tidak memiliki izin spektrum frekuensi dan jaringan akses. Tahun ini, TLKM menargetkan 10 Negara untuk menjalankan bisnis MVNO.
(ang/ang)











































