Magnus Capital: IHSG Bergerak Mixed

Magnus Capital: IHSG Bergerak Mixed

- detikFinance
Kamis, 15 Agu 2013 09:05 WIB
Magnus Capital: IHSG Bergerak Mixed
Jakarta - Pada perdagangan kemarin, IHSG bergerak volatile dan berhasil ditutup
menguat 54.61 poin ke level 4652.39 dengan total nilai transaksi mencapai Rp 4.6 triliun sedangkan investor asing tercatat membukukan net buy sebesar Rp 78 miliar di pasar reguler. Penguatan indeks dipengaruhi sentimen positif dari bursa regional dan global yang menunjukan perbaikan. Data menunjukan pertumbuhan pemesanan mesin Juni tumbuh 4.9% dan PDB Jerman & Prancisyang tumbuh diluar perkiraan dan diharapakan bisa membantu zona Euro keluardari resesi.

Indeks Dow Jones semalam ditutup melemah -113.35 poin ke level 15337.70
sedangkan indeks S&P juga ditutup melemah -8.77 poin ke level 1685.39 dan indeks Nasdaq ditutup turun -15.17 poin ke level 3669.27. Pelemahan bursa wall st semalam dipengaruhi sentimen negatif terhadap kekhawatiran investor mengenai rencana pengurangan skala stimulus oleh The Fed. kalangan analis juga memperkirakan , hal tersebut akan mulai dilakukan secepatnya bulan September mendatang. Data ekonomi yang dirilis semalam menunjukan data penjualan retail AS mengalami penguatan sebanyak 0.5% pada bulan Juli. Bursa Eropa semalam berhasil ditutup menguat, dipengaruhi oleh data PDB yang tumbuh diluar perkiraan, Jerman 0.7% sedangkan Prancis 0.5%. Indeks regional pagi ini dibuka mixed dan cenderung melemah, diperkirakan akan memberikan sentimen yang negatif bagi pergerakan IHSG. Indeks IHSG, diperkirakan akan bergerak mixed cenderung melemah hari ini pada kisaran 4600-4775. Cermati saham MAIN, SMCB, TAXI, CPIN, AISA.

ISAT: Perseroan telah melunasi utang sebesar Rp 7 triliun selama Juni 2012-
Juni 2013. Selanjutnya , untuk periode Juni 2013-Juni 2014, anak usaha Ooredoo
QSC tersebut kaan membayar utang senilai Rp 4.77 triliun.
WIKA: Anak usaha perseroan, PT Wika Beton akan menerbitkan surat utang
berjangka menengah (MTN) sebesar Rp 250-300 miliar tahun ini. Dana hasil
emisi MTN dialokasikan untuk memenuhi dana akuisisi perusahaan beton di
Batam.
BWPT: Perseroan berencana menginvestasikan dana senilai Rp 240 miliar hingga
2017. Dana tersebut akan digunakan untuk menggarap lahan tertanam baru
seluas 2.4 ribu ha.

(dru/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads