negatif dari indeks global dan regional. Hasil rapat BI kemarin memutuskan, BI rate akan bertahan pada level 6.5% . Alasannya, kondisi
makro saat ini menunjukan gejala perlambatan. BI juga mengeluarkan beberapa langkah untuk meredam perlambatan ekonomi,diantaranya 1. BI akan menerbitkan Sertifikat Deposito Bank Indonesia, 2. BI akan menurunakan GWM-LDR yang tadinya diantara 78%-100% diubah menjadi 78%-92%, 3.BI akan merevisi kebijakan GWM untuk pasar sekunder. Posisi Rupiah juga melemah ke level terendah sejak 2009, nilai tukar USD/IDR di pasar spot kemarin menguat tajam 1.12% menjadi 10.413 dibanding hari sebelumnya. Kurs tengah dollar AS di BI menguat 0.20%
menjadi 10.318.
Indeks Dow Jones semalam ditutup melemah -225.47 poin ke level 15112.19, sedangkan indeks S&P juga ditutup melemah -24.07 poin ke level 1661.32 dan indeks Nasdaq ditutup turun -63.16 poin ke level 3606.12. Pelemahan dipengaruhi sentimen negatif dari menguatnya yield dari surat utang sebanyak 2.85% dan merupakan level tertinggi sepanjang 2 tahun terkahir serta kekhawatiran Investor mengenai kepastian kapan The Fed akan mengurangi skala pembelian aset program stimulus mereka. Indeks regional pagi ini dibuka melemah, diperkirakan akan memberikan
sentimen yang negatif terhadap pergerakan IHSG. Secara teknikal, indeks diperkirakan akan bergerak melemah, pada support 4600 dan resistance 4750.
(dru/dru)











































