Jakarta - Pada perdagangan kemarin, IHSG bergerak volatile dan ditutup turun -49.15 poin ke level 4120.66 setelah sempat menguat 26 poin pada sesi awal perdagagan, dengan total nilai transaksi mencapai Rp 4.3 triliun. Pemodal asing tercatat masih melakukan net sell sebesar Rp 228 miliar. Indeks masih dibayangi oleh fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dan ketidakpastian jadwal pengurangan porsi stimulus oleh The Fed. Kalangan Analis menilai pemerintah perlu memberikan stimulus tambahan dan kebijakan lanjutan agar paket stimulus yang diluncurkan pekan lalu benar-benar efektif dan mampu memperkuat stabilitas perekonomian nasional secara keseluruhan. Nilai perdagangan Rupiah pada perdagangan kemarin ditutup menguat Rp 210 atau 1.9% ke level Rp 10848/US$.
Indeks Dow Jones semalam ditutup melemah -64.05 poin ke level 14946.46,sedangkan indeks S&P juga ditutup melemah -6.72 poin ke level 1656.78 dan indeks Nasdaq ditutup melemah -0.22 poin ke level 3657.57. Indeks sempat bergerak pada teritori positif pada awal perdagangan, dipengaruhi oleh sentimen dari data ekonomi durable goods order yang mengalami pelemahan di bulan Juli dan merupakan pelemahan terbesar selama 1 tahun terakhir.
Namun ketegangan yang tengah terjadi di Syria menjadi sentimen negatif dan menekan laju pergerakan Bursa wall st.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara teknikal, indeks diperkirakan akan bergerak mixed pada kisaran 4000-4250 dan Indikator Stochastic menghasilkan sinyal golden cross. Adapun saham yang dapat dicermati adalah, SAME, MPMX, BWPT, LSIP, AALI, MEDC.
(/)