Jakarta - Meski asing masih tercatat nett sell, meski Rupiah belum menunjukkan penguatan, meski kondisi mayoritas bursa saham global masih dalam pelemahan dengan sentimen invasi AS ke Suriah, meski belum ada imbas positif dari dirilisnya kebijakan-kebijakan Pemerintah dan BI untuk meredam pelemahan pasar keuangan. Akan tetapi, jelang penutupan IHSG mulai terjadinya dorongan beli sehingga IHSG mampu rebound. Paling tidak, IHSG tidak terus menerus longsor ke target support kami. Di sisi lain, paling tidak IHSG ada perbaikan laju dibandingkan 4 hari berturut-turut sebelumnya yang selalu berada di zona merah. Adanya berita persetujuan OJK terhadap rencana buyback saham dari beberapa emiten cukup direspon positif meski implementasinya belum terlihat. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4033,61 (level tertingginya) jelang pre closing dan menyentuh level 3837,74 (level terendahnya) di awal sesi 2 dan berakhir di level 4026,48. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pada perdagangan Kamis (29/8) diperkirakan IHSG akan berada pada support 3825-3910 dan resistance 4040-4065. Berpola menyerupai piercing line di atas lower bollinger bands (LBB). MACD mencoba naik dengan histogram negatif yang mendatar. RSI, William's %R, dan Stochastic mencoba upreversal dari area oversold. Sempat membuat khawatir akan penurunan lanjutan ketika IHSG kembali menabrak target support kami (3942-3958) namun, akhirnya dapat melampaui target resisten kami (3989-3998). Diharapkan sinyal penguatan ini bukanlah sinyal palsu dan diharapkan tidak digunakan untuk profit taking sesaat agar IHSG dapat mencoba mempertahankan laju reboundnya.
(ang/ang)