Kiwoom Securities: Pelaku Pasar Tunggu Nasib BI Rate

Kiwoom Securities: Pelaku Pasar Tunggu Nasib BI Rate

Kiwoom Securities - detikFinance
Kamis, 29 Agu 2013 08:30 WIB
Kiwoom Securities: Pelaku Pasar Tunggu Nasib BI Rate
Jakarta -

Akan adanya kebijakan suku bunga BI siang nanti dan menguatnya bursa regional dapat mempengaruhi sentimen. IHSG melakukan rebound dengan penutupan di atas level psikologis 4,000 kemarin. Namun demikian, cukup tingginya aksi jual asing masih berpotensi menghambat peluang yang positif. Maka, kami memperkirakan IHSG akan bergerak mixed di kisaran positif hari ini.



BCIC – Calon pembeli

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengumumkan kedua investor calon pembeli PT Bank Mutiara (BCIC) menyatakan mundur dari proses divestasi senilai Rp 6.7 Triliun. Kedua calon investor tidak melanjutkan proses penjualan hingga batas waktu yang ditentukan kendati telah menyampaikan dokumen awal dan lolos tahap prakualifikasi. LPS telah berupaya menjual BCIC dalam tiga kali masa penawaran sejak 2011 hingga 2013 namun gagal terjual pada harga Rp 6.7 Triliun. Harga tersebut ditetapkan berdasarkan Undang-Undang terhadap LPS untuk menjual bank bermasalah dengan nilai minimal sebesar dana penyelamatan. Apabila hingga tahun ini LPS juga berhasil menjual BCIC pada harga Rp 6.7 Triliun, maka LPS akan melelang BCIC untuk mendapat penawaran tertinggi tahun depan.

Β 

MDLN – Rencana emisi obligasi

PT Modernland (MDLN) akan mengakuisisi dua perusahaan yang memiliki proyek di Cakung, Jakarta Timur senilai Rp 2.29 Triliun. MDLN akan mencari pendanaan eksternal untuk membiayai akuisisi tersebut. Dua opsi pendanaan yang akan digunakan dengan menerbitkan obligasi US$ 300 Juta atau menggunakan pinjaman bank sebesar Rp 2.29 Triliun. MDLN akan lebih mengutamakan pendanaan dari obligasi. Per Juni 2013 kondisi kas MDLN hanya Rp 577.83 Miliar memaksa MDLN harus mencari pendanaan eksternal. Akuisisi tersebut untuk menambah landbank. MDLN akan meminta izin pemegang saham untuk menerbitkan obligasi dan stock split dalam RUPSLB 27 September.

Β 

TRIS – Mendatangkan merek Bonds

PT Trisula International (TRIS) mendatangkan merek Bonds, merek pakaian dalam dan active wear asal Australia. Di Indonesia TRIS berencana membuka 60 gerai Bonds dalam lima tahun mendatang. Tahun ini TRIS menargetkan akan memulai membangun gerai Bonds paling sedikit empat gerai di Jakarta dan di Bali. Di tahun pertama, TRIS masih akan mengimpor seluruh produk Bonds yang dipasarkan di Indoensia. Namun, setelah itu kemungkinan TRIS akan memproduksi sendiri. Setelah merek Bonds, TRIS masih melakukan negosiasi dengan dua pemegang lisensi merek lain.

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads