Β
Namun selama sepekan asing masih mencatatkan nilai penjualan bersih Rp.1,39 triliun sekitar USD127 juta dan IHSG menguat 0,61%. Sepanjang Agustus lalu asing keluar dari pasar mencapai Rp.5,97 triliun atau USD543 juta dan IHSG anjlok 9%. Secara bulanan, IHSG sudah terkoreksi tiga bulan berturut-turut sejak Juni lalu atau mencapai 17%. Pelemahan rupiah atas dolar AS yang dipicu penarikan dana global dari emerging market dan defisit transaksi berjalan yang membengkak menjadi faktor utama koreksi indeks selama tiga bulan terakhir.
Hal ini kemudian diperburuk dengan tekanan inflasi dan naiknya tingkat bunga yang memangkas prospek pertumbuhan ekonomi tahun ini. Memasuki perdagangan awal September ini pasar saham diperkirakan akan bergerak fluktuatif.
Dari pasar global, data tenaga kerja AS menjadi fokus perhatian pekan ini yang menentukan langkah pengurangan stimulus The Fed. Sedangkan dari domestik, resiko pasar relatif tinggi karena prospek pertumbuhan ekonomi dikorbankan dengan naiknya bunga. IHSG diperkirakan akan rawan aksi ambil untung, dengan level support di 4120 dan resisten di 4260.
(ang/ang)











































