Jakarta - IHSG pada perdagangan Selasa 3 September 2013 ditutup menguat 1,53% pada level 4164. Semua sektor menguat dengan kontribusi terbesar pada sektor perkebunan. Investor asing melakukan net sell Rp135,9 miliar. Reboundnya IHSG pada perdagangan kemarin antara lain didorong oleh penguatan indeks bursa Asia dan Eropa setelah data manufaktur China dan area euro berlanjut menguat. Namun rupiah berlanjut mengalami depresiasi hingga level lebih dari Rp 11.400 per usd. Indeks di bursa Wall Street ditutup menguat yang didorong oleh data ISM manufaktur yang lebih baik dari estimasi, ditengah kecemasan akan kemungkinan adanya serangan militer ke Suriah. Indeks ISM manufaktur bulan Agustus naik pada level 55,7 dari bulan sebelumnya 55,4, dan lebih baik dari estimasi yang berada pada level 54. Data belanja konstruksi di AS pada bulan Juli meningkat pada level tertinggi selama empat tahun terakhir, yang didorong oleh pertumbuhan pada perumahan real estate.
Penguatan indeks juga dipicu oleh kenaikan indeks bursa global kemarin setelah indeks PMI manufaktur China dan area euro berlanjut mengalami ekspansi. Namun penguatan indeks berkurang setelah Presiden Obama mendapatkan dukungan untuk melaksanakan aksi di Suriah. Hal ini menyebabkan kenaikan harga minyak mentah. Indeks Harga Saham Gabungan diperkirakan mixed. Bergerak kisaran level 4060 β 4180. Cermati LSIP, AALI, ITMG, HRUM, PTBA, BWPT, TLKM.
(ang/ang)