Kiwoom Securities: Depresiasi Rupiha Picu Profit Taking

Kiwoom Securities: Depresiasi Rupiha Picu Profit Taking

Kiwoom Securities - detikFinance
Rabu, 04 Sep 2013 08:44 WIB
Kiwoom Securities: Depresiasi Rupiha Picu Profit Taking
Jakarta - Dow Jones ditutup positif namun turun dari level tertinggi pada awal perdagangan. Bursa regional mengalami koreksi seiring dengan masuknya dukungan pemimpin kongres Amerika terkait tindakan militer terhadap Syria yang juga memicu kenaikan harga minyak. Depresiasi Rupiah berpotensi memicu profit taking hari ini, oleh karena itu kami memperkirakan IHSG akan bergerak cenderung negatif hari ini.



Sektor Batubara

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada tanggal 30 Agustus 2013, Kementerian Keuangan China resmi menerapkan tarif impor untuk batubara kalori rendah (batubara muda) sebesar 3%. China membatalkan zero import tariff batubara berkalori rendah yang ditetapkan sebelumnya. Kategori batubara berkalori rendah adalah batubara berkalori 3,800 kilo kalori per kilogram (kkal/kg) hingga 4,200 kkal/kg.

 

AALI – Kerjasama dengan KL-Kepong

PT Astra Agro Lestari (AALI) membentuk usaha patungan (joint venture) bersama mitra strategis, KL-Kepong Plantation Holdings Sdn Bhd. Perusahaan joint venture yang berdiri di Singapura bernama ASTRA-KLK Pte Ltd. Joint venture agreement telah disepakati pada 30 Agustus 2013. Dari kesepakatan tersebut, AALI menguasai 49% saham ASTRA-KLK, sisanya dimiliki oleh KLK. ASTRA-KLK dibentuk dengan tujuan memasarkan produk olahan minyak kelapa sawit serta menyediakan jasa logistik di kawasan yang dinilai strategis sebagai daerah pemasaran.

 

CTRA – Rencana akuisisi lahan

PT Ciputra Development (CTRA) berencana mengakuisisi lahan seluas 60 Ha di Jakarta dengan nilai berkisar Rp 200-300 Miliar. Lahan tersebut akan dibangun proyek perumahan yang akan menigkatkan development income.

 

PTPP – Spin-off divisi properti

PT PP (PTPP) akan melakukan pemisahan usaha (spin off) divisi property menjadi PT PP Properti sehingga sebagian akiva dan pasiva PTPP akan dialihkan ke PP Properti. PP Properti akan memiliki 99.9% saham PT Gitanusa Sarana Niaga, 4.67% saham PT Mitracipta Polasarana, dan 15% saham PT Pancakarya Grahatama Indonesia. 

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads