First Asia: IHSG Cenderung Melemah

First Asia: IHSG Cenderung Melemah

- detikFinance
Senin, 09 Sep 2013 08:58 WIB
First Asia: IHSG Cenderung Melemah
Jakarta - IHSG pada perdagangan akhir pekan kemarin bergerak konsolidasi ditutup menguat tipis 21,490 poin (0,53%) di 4072,354. Perdagangan berlangsung kurang bergairah dengan nilai transaksi di Pasar Reguler hanya Rp.3,6 triliun di bawah rata-rata nilai transaksi harian sepekan kemarin yang sebesar Rp.4,21 triliun. Minimnya berita positif dan tren pelemahan rupiah (NDF) hingga mencapai Rp.11845 akhir pekan lalu telah meningkatkan kekhawatiran pasar. Sepekan IHSG turun 2,9% dan rupiah (kurs BI) melemah 2,5%.

Sementara dari faktor eksternal, pasar saham global sepekan kemarin cenderung menguat dipicu sejumlah data ekonomi dari sejumlah kawasan dunia yang menunjukkan pertumbuhan aktivitas manufaktur, meskipun dibayangi ketegangan geopolitik di Timur Tengah menyusul rencana serangan AS ke Suriah. Indeks DJIA dan S&P di Wall Street sepekan kemarin nasing-masing menguat 0,76% dan 1,4%. Harga minyak mentah sepekan kemarin menguat 2,3% ke USD110,23/barrel dipicu rencana serangan AS ke Suriah.

Sepekan kemarin saham-saham yang dilanda aksi beli selektif yakni sektor tambang dan perkebunan. Sedangkan yang banyak dilepas yakni sektor properti, infrastruktur, otomotif, dan perbankan. Asing sepekan kemarin mencatatkan nilai penjualan bersih Rp.825 miliar melanjutkan pekan sebelumnya Rp.1,39 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada perdagangan awal pekan ini, IHSG masih akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Harga minyak yang cenderung naik telah meningkatkan resiko perekonomian domestik. IHSG akan bergerak dengan support di 4020 dan resisten di 4120.

IHSG : S1 4060 S2 4020 R1 4120 R2 4150

Saham Pilihan

PGAS 5050-5400 TB, SL 4950

ASII 5400-5850 BoW, SL 5300

INCO 2400-2675 SoS, SL 2350

ASSA 255-285 BoW, SL 245

BSDE 1210-1320 Buy, SL 1170

ANTM 1400-1460 SoS, SL 1380

BEST 355-400 BoW, SL 350

(dru/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads