Jakarta - Tidak ada sentimen kontroversi negatif signifikan dari global yang mengharuskan IHSG melemah. Tampaknya hasrat pelaku pasar untuk profitisasi lebih mendominasi sehingga IHSG yang di awal diharapkan dapat mengharmonisasi dengan laju bursa saham Asia pun tidak mampu bertahan. Apalagi dengan adanya utang-utang gap yang terbentuk menimbulkan rasa khawatir secara psikologis bahwa IHSG akan menutup utang-utang gap tersebut di level 4191-4225 dan di level 4072-4102. Bila dibandingkan dengan laju bursa saham global yang berusaha untuk menghijau, rasanya aneh jika IHSG bersikap anomali hanya demi menutup utang gap tersebut. Masih adanya nett buy asing dan pembukaan pasar saham Eropa yang sempat positif pun kurang berpengaruh pada IHSG. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4404,75 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4289,81 (level terendahnya) jelang preclosing dan berakhir di level 4349,42. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett buy dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett sell.
Pada perdagangan Kamis (12/9) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4262-4315 dan resistance 4368-4415. Berpola menyerupai dark cloud di atas middle bollinger bands (MBB). MACD masih naik dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic sedikit tertahan kenaikannya. IHSG hampir menyentuh target support kami di level 4275 meski awalnya sempat melampaui target resisten kami di 4395. Dengan adanya pola tersebut biasanya mengindikasikan akan adanya pelemahan. Semoga saja ada pergerakan kontradiktif dari IHSG dan diharapkan profitisasi yang terjadi tidak terlalu berlebihan sehingga masih dapat mempertahankan tren kenaikannya.
(ang/ang)