Suriah kembali memanas, Wall Street terkoreksi. Kembali memanasnya situasi di Suriah menjadi katalis negative bagi Wall Street di tengah minimnya katalis ekonomi. Langkah U.S. Secretary of State John Kerry melakukan pembicaraan via telepon dengan sejumlah pihak oposisi di Suriah bahwa opsi penyerangan AS masih terbuka serta syarat yang diminta Presiden Suriah Bashar al-Assad agar AS menghentikan ancaman serangan militer dan mendukung pihak oposisi membuat investor khawatir upaya penyelesaian damai sulit terwujud. Dari data ekonomi, Initial Jobless Claims turun ke level 292 ribu dari 323 ribu minggu lalu. Namun sejumlah analis menilai data tersebut tidak valid karena masih ada dua negara bagian yang belum memasukan data lengkap akibat kerusakan jaringan computer. Selain isu Suriah, pasar juga menanti langkah the Fed dalam FOMC 17-18 September mendatang terkait pengurangan program quantitative easing.
IHSG Fluktuatif, Cenderung Melemah (Range : 4,290β4,405). IHSG mampu ditutup menguat tipis pada perdagangan kemarin di level 4,356. Indeks berpotensi untuk mengalami koreksi dan bergerak menuju support level di 4,290. Stochastic yang menunjukkan bahwa IHSG mengalami kejenuhan terhadap aksi beli mendukung adanya potensi pelemahan. Namun jika berbalik menguat maka berpeluang menuju resistance level 4,405. Hari ini diperkirakan indeks kembali fluktuatif dengan kecenderungan melemah.
(ang/ang)











































