Wall Street Ditutup Menguat. Bursa saham AS pada perdagangan Selasa (17/9) berhasil mencatatkan kenaikan menjelang rilis hasil FOMC Meeting dan kelanjutan program stimulus. Stimulus yang berupa monthy bond-buying ini diekspektasikan akan dikurangi dari US$85 miliar dolar / bulannya menjadi US$75 miliar dolar. Data-data perbaikan ekonomi yang baik namun tidak terlalu baik dianggap akan menjadi pertimbangan The Fed untuk tidak mengurangi stimulus dengan agresif. Mundurnya Lawrence Summers sebaga calon pengganti Bernanke yang lebih kontra stimulus juga menjadi sentimen positif bahwa pengurangan stimulus akan lebih lambat karena kandidat kuat lainnya, Yellen, termasuk salah satu yang pro-stimulus sehingga optimisme pasar meningkat. Hal ini terlihat dari pergerakan bursa global yang menguat merespon pengumuman kemunduran Summers. Data CPI yang menunjukkan angka inflasi konsumen lebih lambat dari ekspektasi dan ini juga menguatkan kepercayaan bahwa ekonomi AS sudah mulai puli h, tapi belum meyakinkan. Dow Jones ditutup menguat tipis (+0.23%), S&P500 (+0.42%), dan Nasdaq (+0.75%). Bursa Eropa, di sisi lain, melemah mengantisipasi hasil keputusan akan besarnya pengurangan stimulus, meski investor confidence di Jerman kembali naik menunjukkan optimisme investor terhadap ekonomi Eropa menjadi 49.6 dibandingkan 42 pada bulan Agustus dan konsensus 46. DAX ditutup melemah (-0.19%), FTSE (-0.8%) dan CAC (-0.16%).
IHSG Fluktuatif, Menguat Terbatas (Range : 4,475—4,575). IHSG gagal melanjutkan penguatannya pada perdagangan kemarin dan ditutup melemah tipis di 4,517. Indeks juga sempat menguji resisatance level terdekat di 4,535 namun belum mampu untuk melewatinya. Hal tersebut memberikan potensi bagi indeks untuk mengalami koreksi dalam jangka pendek dan bergerak menuju support level di 4,475 hingga 4,405. Doji star pada candle menunjukkan mulai ada keraguan terhadap penguatan indeks. Hari ini diperkirakan indeks kembali bergerak fluktuatif cenderung menguat terbatas.
(ang/ang)











































