Pelepasan saham perbankan kemarin dipicu kekhawatiran perlambatan pertumbuhan labanya seiring dengan sejumlah kebijakan terkait pengetatan likuiditas yang dilakukan bank sentral. Sementara Wall Street tadi malam melanjutkan rallynya. Indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 0,95% dan 1,22% menyusul keputusan The Fed yang tetap akan melanjutkan kebijakan stimulusnya yakni pembelian surat berharga sebanyak USD85 miliar setiap bulannya. Keputusan ini mengejutkan pasar karena sebelumnya diperkirakan The Fed akan mengurangi stimulusnya sebesar USD10-USD15 miliar. Keputusan tersebut telah berdampak positif bagi aset beresiko. Harga emas dan minyak kembali menguat masing-masing 4,25% dan 2,68% di USD1365/t.oz dan USD108,24/barrel. Keputusan The Fed tersebut diperkirakan akan berdampak positif bagi pasar saham emerging market termasuk Indonesia.
Dana asing diperkirakan akan kembali mengalir di pasar. IHSG diperkirakan akan melanjutkan penguatannya dengan resisten di 4560. Sedangkan level support di 4450.
(ang/ang)











































