IHSG ditutup turun 86,905 poin (1,86%) di 4583,828 akhir pekan kemarin di tengah minimnya nilai transaksi di Pasar Reguler yang hanya mencapai Rp.4,99 triliun jauh di bawah rata-rata harian sepekan kemarin sebesar Rp.6,41 triliun. Namun sepekan IHSG berhasil menguat 4,76% melanjutkan penguatan pekan sebelumnya 7,44%. Penguatan indeks sepekan ditopang masuknya dana asing yang mencapai Rp.1,12 triliun menyusul keputusan The Fed yang melanjutkan kebijakan stimulusnya (QE3).
Memasuki perdagangan awal pekan ini, IHSG diperkirakan masih akan melanjutkan koreksinya. Minimnya insentif positif dari faktor eksternal dan domestik bisa memicu aksi ambil untung lanjutan. Wall Street akhir pekan lalu juga kembali ditutup melemah. Indeks DJIA dan S&P masing-masing terkoreksi 1,195 dan 0,72%. Pelaku pasar kembali fokus pada isu krisis fiskal menjelang berakhirnya tahun anggaran AS. Sedangkan isu pengurangan stimulus diperkirakan bakal berjalan akhir tahun ini kembali membayangi pelaku pasar. IHSG diperkirakan bergerak dengan support di 4500 dan resisten di 4650
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham Pilihan
TLKM 2250-2375 BoW, SL 2175
UNVR 31500-33000 BoW, SL 31000
INCO 2525-2825 SoS, SL 2500
CTRA 1020-1160 SoS, SL 1010
BRMS 200-240 BoW, SL 198
KLBF 1310-1380 BoW, SL 1290
(dru/dru)











































