Jakarta - Laju IHSG masih memperpanjang pelemahannya terimbas dari pergerakan Rupiah yang masih betah di zona merah meski tidak sedalam sebelumnya. Pelemahan Rupiah didorong adanya kekhawatiran pengurangan stimulus (tappering) yang kemungkinan dilakukan pada Oktober 2013 sehingga membuat pelaku pasar khawatir dan lebih memilih meninggalkan pasar. Tidak hanya itu, pelaku pasar juga memperhatikan penetapan pagu anggaran di AS yang juga turut mempengaruhi pergerakan Rupiah dan sentimen internal yang juga mempengaruhi pergerakan Rupiah antara lain, ekspektasi terhadap neraca transaksi berjalan dan inflasi September 2013 sehingga berimbas ke IHSG. Posisi IHSG pun belum beranjak dari zona merah. PadaSepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4443,37 (level tertingginya) di awal sesi 1 dan menyentuh level 4353,22 (level terendahnya) jelang preclosing dan berakhir di level 4406.767. Volume perdagangan turun dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pada perdagangan Kamis (26/9) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4328-4378 dan resistance 4452-4490. Berpola menyerupai lower spinning dekati middle bollinger bands (MBB). MACD bergerak menurun dengan histogram positif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic masih downreversal. Laju IHSG bergerak melewati target support kami (4400-4449) dan sekaligus telah melunasi utang gap 4375-4403. Rendahnya volume membuat IHSG kurang terdukung untuk mengalami kenaikan namun, diharapkan tekanan jual mulai berkurang sehingga IHSG tidak mengarah ke utang gap berikutnya (4191-4225).
(ang/ang)