Data Manufaktur Dorong Penguatan Wallstreet. Bursa Amerika menguat dengan Dow menguat 0.41%, S&P 500 menguat 0.80% dan Nasdaq menguat 1.23% meskipun terjadi penutupan sebagian layanan pemerintah federal Amerika akibat tidak tercapainya kesepakatan anggaran antara Partai Demokrat dan Republik dengan menolak proposal anggaran untuk tahun fiskal 2014. Partai Republik juga menolak menambah pagu utang apabila tidak terjadi pengurangan pengeluaran terutama Obamacare. Sekitar 800,000 staf federal akan dirumahkan sementara waktu untuk menghemat anggaran. Kesepakatan harus tercapai untuk meningkatkan pagu utang yang saat ini senilai USD 16.7 triliun untuk menghindari gagal bayar pada 17 Oktober mendatang. Data manufaktur yang positif menjadi pendorong kenaikan indeks. Chicago PMI naik ke level 55.7 dan ISM Index naik ke level 56.2 di September, level tertinggi sejak April 2011. Adapun dari Eropa, DAX ditutup menguat 1.10%, CAC 40 ditutup menguat 1.28% dan FTSE terkoreksi -0.03% akibat pelemahan saham Unilever. Data PMI zona euro turun ke level 51.1 di September dari 51.4 di Agustus sedangkan angka pengangguran tetap di level 12% untuk Agustus.
IHSG Cenderung Menguat (Range : 4,315—4,405). IHSG mampu ditutup menguat pada perdagangan kemarin dan menguji resistance level 4,350. Indeks berpeluang untuk dapat melanjutkan penguatannya dan bergerak menuju resistance level 4,405. Stochastic mengindikasikan terjadinya golden cross di wilayah oversold, sementara candle yang membentuk inverted hammer mendukung adanya peluang penguatan dalam jangka pendek. Namun RSI yang cenderung melemah berpotensi menghambat laju kenaikan indeks yang jika berbalik melemah maka berpotensi menuju support level 4,315 hingga 4,260. Hari ini diperkirakan indeks kembali fluktuatif dengan kecenderungan menguat.
(dru/dru)











































