Sedangkan faktor positif sepekan kemarin lebih digerakkan dengan sentimen domestik, dimana inflasi Indonesia September minus 0,35%. Namun redahnya tekanan inflasi September dibayangi dengan berita yang kurang menggembirakan akhir pekan kemarin dimana Bank Dunia merevisi turun prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini dari 5,9% jadi 5,6% dan tahun depan jadi 5,3% dari proyeksi sebelumnya 6,2%.
Sementara Wall Street akhir pekan kemarin berhasil rebound, dimana indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 0,51% dan 0,71%. Penguatan di Wall Street tersebut lebih dipicu respon positif pelaku pasar atas pernyataan elite partai republik yang menguasai DPR AS yang tidak akan membiarkan AS default. Pernyataan ini meredahkan kekhawatiran sepekan terakhir atas penyelesaian isu pagu utang AS menjelang tenggat waktu 17 Oktober mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IHSG : S1 4370 S2 4340 R1 4430 R2 4470
Saham Pilihan
SMGR 12700-13500 BoW, SL 12400
INCO 2300-2500 BoW, SL 2250
KIJA 245-270 TB, SL 240
TLKM 2200-2350 TB, SL 2150
INKP 1400-1620 TB, SL 1380
ITMG 27400-29000 BoW, SL 27200
ASII 6300-6600 TB, SL 6150
(dru/dru)











































