optimisme akan tercapainya kesepakatan anggaran AS namun, laju bursa saham AS pada (15/10) yang
berbalik negatif seiring gagalnya kesepakatan yang dicapai untuk memperpanjang limit utang pemerintah AS
jelang tenggat waktu pada (17/10) menghambat laju positif IHSG. Pelaku pasar pun akhirnya kecewa
sehingga kembali melakukan aksi ambil untung. Meski laju Rupiah masih menunjukkan apresiasinya namun,
variatif melemahnya laju bursa saham Asia dan kembalinya asng mencatatkan nett sell membuat IHSG
terhempas dari zona hijaunya. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4533,03 (level tertingginya) di
awal sesi 1 dan menyentuh level 4484,38 (level terendahnya) di pertengahan sesi 2 dan berakhir di level
4492,26. Volume perdagangan dan nilai total transaksi turun. Investor asing mencatatkan nett sell dengan
penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pada perdagangan Kamis (17/10) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4480-4488 dan resistance
4530-4544. Berpola menyerupai evening doji star di atas middle bollinger bands (MBB). MACD cenderung
mendatar dengan histogram positif yang memanjang. RSI, William's %R, dan Stochastic sedikit mulai
menurun. Laju IHSG sempat berada di kisaran target resisten kami (4527-4550) namun, akhirnya berada di
bawah kisaran target support kami (4498-4510). Kondisi ini tentunya akan membuka peluang pelemahan
secara teknikal. Akan tetapi, diharapkan dengan kembali positifnya laju bursa saham global dapat membuat
IHSG terimbas kenaikannya.
(/)











































