BORN β Refinancing utang
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
PT Bumi Resources (BUMI) berencana melunasi utang senilai US$ 1.36 Miliar kepada China Investment Corporation (CIC) melalui mekanisme penukaran saham. BUMI berencana menukar utang senilai US$ 257 Juta dengan 42% kepemilikan PT Bumi Resources Minerals (BRMS), sekitar Rp 268 per lembar saham. Selanjutnya, BUMI juga akan melunasi sebagian pinjaman melalui pengalihan 19% saham Kaltim Prima Coal (KPC). KPC akan menerbitkan saham baru melalui proses rights issue yang akan ditawarkan kepada seluruh pemegang sahamnya. Saat ini BUMI tercatat memiliki 65% saham KPC dimana 13.6% saham dimiliki secara langsung, 32.4% saham melalui Sitrade, 9.5% saham melalui Sangatta Holdings Limited (SHL), dan 9.5% saham melalui Kalimantan Coal Limited (KCL). Seiring dengan rights issue, seluruh saham KPC milik SHL dan KCL akan dialihkan kepada BUMI (newco - transaksi internal). Newco akan menjadi anak usaha BUMI, bersama dengan Bhira Investments Limited (afiliasi Tata Power) dan PT Kutai Timur Sejahtera, sebelum ditukar dengan CIC. Seluruh tansaksi diharapkan selesai pada akhir November 2013.
Dua perusahaan patungan antara PT Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) dan Asahi Group Holdings Southeast Asia Pte Ltd (Asahi), PT Indofood Asahi Sukses Beverage (IASB) dan PT Asahi Indofood Beverage Makmur (AIBM) menyepakati joint venture dengan PT Tirta Multi Bahagia (TMB), produsen minuman kemasan merek Club pada 11 Oktober. Tujuan joint venture untuk memproduksi dan memasarkan air minum dalam kemasan (AMDK) melalui pendirian dua entitas baru, PT Tirta Sukses Perkasa (TSP) dan PT Tirta Makmur Perkasa (TMP). TSP akan memproduksi AMDK dimana AIBM memiliki 80% saham dan sisanya dikuasai TMB. TMP akan memasarkan dan mendistribusikan AMDK dimana IASB menguasai 80% saham dan sisanya dikuasai TMB.
PT Steel Pipe Industry of Indonesia (ISSP) menjajaki pinjaman senilai Rp 500 Miliar tahun ini. Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai belanja modal tahun 2014 dengan target belanja modal tahun depan senilai Rp 800 Miliar. Pendanaan Rp 300 Miliar dari kas internal dan sisanya pinjaman bank atau emisi obligasi Rp 500 Miliar. Belanja modal rencananya akan digunakan untuk membiayai pembangunan pabrik guna menaikkan kapasitas produksi. Tahun ini, ISSP menargetkan produksi pipa baja sebanyak 400,000 ton atau naik 30% dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar 330,000 ton.
(ang/ang)











































