Kendati sempat diwarnai sedikit aksi ambil untung, pada perdagangan akhir pekan kemarin Bursa Efek Indonesia kembali menguat didorong sentimen global menyusul kesepakatan parsial terhadap pagu utang dan dibukanya kembali kantor-kantor pemerintahan di Amerika serta membaiknya data ekonomi China. Penguatan IHSG sebesar 27,64 poin (+0,61%) tersebut terutama didukung kenaikan saham-saham di sektor Industri Dasar (+2,28%), Properti (+1,77%) dan Pertambangan (+0,93%). Sementara satu-satunya sektor yang melemah adalah Pertanian (-0,20%). Nilai Transaksi tercatat sebesar Rp.5,4 Triliun dengan investor asing kembali membukukan net sell sebesar Rp.95 Miliar. Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 11.308 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya.
Awal pekan ini Bursa Indonesia diprediksi masih akan berjalan fluktuatif dengan kecenderungan kembali melanjutkan penguatan meski hanya terbatas. Penguatan saham-saham Big Cap kemungkinan akan menjadi motor penggerak pasar. IHSG diperkirakan akan bergerak pada rentang 4.500 - 4.590.
(ang/ang)











































