OSO Securities: Indeks Masih Alami Tekanan

OSO Securities: Indeks Masih Alami Tekanan

- detikFinance
Senin, 04 Nov 2013 08:45 WIB
OSO Securities: Indeks Masih Alami Tekanan
Jakarta - Pada akhir pekan kemarin IHSG mengalami koreksi sebesar 1.73% di level 4,432.59. Kekuatiran investor terhadap The Fed yang diprediksi akan mulai mengurangi program stimulusnya membuat pelaku pasar menjadi waspada. Di samping itu, investor juga merespon data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) yaitu data Neraca Perdagangan pada September 2013 mengalami defisit US$ 660 juta. Sementara tingkat inflasi selama Oktober 2013 adalah 0,09% MoM. Inflasi tahun kalender sebesar 7,66% YtD dan inflasi tahunan tercatat 8,32% YoY. Hampir seluruh sektor BEI mengalami pelemahan, dengan pelemahan dipimpin oleh sektor industri dasar yang melemah 3,09%, hanya sektor agrikultur yang mampu menguat yakni sebesar 1,87%. Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp. 540 miliar.

Perdagangan akhir pekan sentimen positif rilisnya data ekonomi seperti indeks manufaktur Institute for Supply Management bulan Oktober yang naik menjadi 56.4 dari sebelumnya 56.4 serta Manufacturing China yang meningkat mendorong Indeks Dow Jones naik 0,45% ke 15.615,55, Indeks S&P naik 0,29% menjadi 1.761,64 dan indeks Nasdaq juga ikut mengalami penguatan sebesar 0,06 % ke 3.922,04. Di tengah sentimen isu pengurangan stimulus dan Manufacturing PMI AS bulan Oktober yang mengalami penurunan menjadi 51.8 dari sebelumnya 52.8.

Awal pekan ini kami perkirakan IHSG bergerak variatif dengan kecenderungan melemah seiring dengan bursa Asia yang dibuka rata-rata melemah serta tekanan karena melambatnya perekonomian Indonesia yang tercermin dari neraca perdagangan dan investor yang menanti data PDB Indonesia pada pekan ini. Secara teknikal, IHSG seperti membentuk inverted hammer dan mendekati area lower bolingger bands. Indikator MACD bergerak turun dengan histogram negatif memanjang, indikator stochastic mendekati area oversold. Kami perkirakan IHSG bergerak pada kisaran support 4378-4550 resistance.

(ang/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads