Jakarta - IHSG kembali memperlihatkan laju anomalinya di saat bursa saham Asia mayoritas berada di zona negatif, IHSG melenggang di zona positif. Tampaknya IHSG berusaha berada di zona hijau setelah mengikuti laju bursa saham AS yang masih dalam kondisi positif pasca pernyataan beberapa petinggi The Fed bahwa stimulus masih diperlukan. Di sisi lain, meski asing masih doyan jualan namun, aksi beli dari investor lokal mampu mengimbangi aksi jual tersebut sehingga IHSG mampu melanjutkan pergerakan positif. Tidak hanya itu, laju nilai tukar Rupiah yang berbalik menguat memberikan sentimen positif tersendiri bagi IHSG. Sepanjang perdagangan, IHSG menyentuh level 4494,35 (level tertingginya) jelang preclosing dan menyentuh level 4451,39 (level terendahnya) di awal sesi 1 dan berakhir di level 4486,11. Volume perdagangan dan nilai total transaksi naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan penurunan nilai transaksi beli dan transaksi jual. Investor domestik mencatatkan nett buy.
Pada perdagangan Jumat (8/11) diperkirakan IHSG akan berada pada support 4438-4457 dan resistance 4492-4505. Berpola menyerupai double hammer di atas lower bollinger bands (LBB). MACD masih bergerak turun dengan histogram negatif yang memendek. RSI, William's %R, dan Stochastic mencoba melanjutkan upreversal. Laju IHSG yang dapat berada di atas target resisten (4454-4468) dapat membuka harapan dan peluang untuk kembali melanjutkan penguatan. Akan tetapi, tetap mewaspadai potensi pembalikan arah seiring kurang kondusifnya laju bursa saham global.
(ang/ang)