Wall Street Tutup di Tengah Thanksgiving, Eropa Menguat. Bursa saham AS tercatat libur di pada hari Thanksgiving, menyebabkan rendahnya volume perdagangan di negara-negara lain. Sementara itu, mayoritas bursa Eropa menguat, tercatat 15 dari 18 indeks di Eropa Barat mengalami penguatan disebabkan naiknya economic confidence menjadi 98.5 dibandingkan proyeksi sebesar 98 dan kenaikan ini telah berlangsung selama 7 bulan, meskipun dengan lemahnya consumer confidence di zona Eropa pada November. DAX menguat (+0.39%) sTekanan Terhadap IHSG Berlanjut. Bursa saham Indonesia kembali terkoreksi 17.56 poin (-0.41%) dan ditutup di level 4,233.9 setelah sehari sebelumnya berhasil menguat dan nilai tukar kembali menjadi penyebab sentimen negatif pasar terhadap IHSG, meskipun investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 85 milyar. Rupiah akhirnya menembus level 12,000/USD, terendah sejak 2009, menyusul kekhawatiran yang cukup tinggi akan pengurangan stimulus dan foreign currency inflow setelah pemerintah hanya berhasil menjual kurang dari setengah ($190bn/target $450bn ) dari obligasi dolar yang diisukan sehari sebelumnya. Selain itu, Morgan Stanley mendowngrade saham-saham di Indonesia menjadi underweight dari sebelumnya equal-weight serta berdasarkan survey yang dilakukan British Chamber of Commerce Indonesia, kepercayaan berinvestasi di Indonesia turun dari 69% menjadi hanya 31% yang disebabkan kemudahan berbisnis di Indonesia yang juga turun menjadi 55% dari 65%. Thai Baht juga mengalami pelem ahan setelah pemerintah Thailand, seperti Indonesia, tidak berhasil mencapai target penjualan obligasi dalam dolar dan Thai SET melemah (-0.99%). Di sisi lain, pemerintah Cina menyatakan akan mengurangi supply batu bara dengan tujuan meningkatkan harga jual dengan cara menurunkan tingkat pertumbuhan produksi dalam negeri dan mengimpor lebih banyak batu bara berkualitas tinggi sedangkan untuk sektor properti, pemerintah terlihat mengalami kesulitan dalam mengontrol kecenderungan bubble pada harga properti dan tanah. Indeks Shanghai menguat setelahnya (+1.04%). Mayoritas bursa Asia secara keseluruhan menguat, dipicu sentimen terhadap prospek eksportir dalam negeri seiring membaiknya ekonomi di US. Nikkei (+1.8%), Kospi (+0.84%), STI (+0.45%), dan Hangseng melemah tipis (-0.07%). EIDO menguat tipis (+0.13%)
Wall Street Tutup di Tengah Thanksgiving, Eropa Menguat. Bursa saham AS tercatat libur di pada hari Thanksgiving, menyebabkan rendahnya volume perdagangan di negara-negara lain. Sementara itu, mayoritas bursa Eropa menguat, tercatat 15 dari 18 indeks di Eropa Barat mengalami penguatan disebabkan naiknya economic confidence menjadi 98.5 dibandingkan proyeksi sebesar 98 dan kenaikan ini telah berlangsung selama 7 bulan, meskipun dengan lemahnya consumer confidence di zona Eropa pada November. DAX menguat (+0.39%) setelah data inflasi pada bulan Oktober naik 1.6% YoY di Oktober vs 1.2% YoY pada bulan sebelumnya. CAC menguat tipis (+0.22%) dan FTSE hanya menguat (+0.08%) disebabkan turunnya sektor properti di Inggris setelah BoE menyatakan akan menghentikan stimulus terhadap pinjaman untuk kredit rumah.
Indeks Cenderung Melemah (Range : 4,190β4,285). IHSG pada perdagangan kemarin ditutup melemah berada di level 4,233. Indeks tampak kembali bergerak melanjutkan pelemahannya dan sempat menguji support level yang berada di 4,190. MACD tampak masih berada pada kecenderungan melemah dan berpotensi menguji kembali support level tersebut di atas, namun stochastic dan/atau RSI yang menunjukkan oversold berpeluang menghambat laju pelemahan indeks. Hari ini diperkirakan indeks kembali bergerak dengan kecenderungan melemah.etelah data inflasi pada bulan Oktober naik 1.6% YoY di Oktober vs 1.2% YoY pada bulan sebelumnya. CAC menguat tipis (+0.22%) dan FTSE hanya menguat (+0.08%) disebabkan turunnya sektor properti di Inggris setelah BoE menyatakan akan menghentikan stimulus terhadap pinjaman untuk kredit rumah.
Indeks Cenderung Melemah (Range : 4,190β4,285). IHSG pada perdagangan kemarin ditutup melemah berada di level 4,233. Indeks tampak kembali bergerak melanjutkan pelemahannya dan sempat menguji support level yang berada di 4,190. MACD tampak masih berada pada kecenderungan melemah dan berpotensi menguji kembali support level tersebut di atas, namun stochastic dan/atau RSI yang menunjukkan oversold berpeluang menghambat laju pelemahan indeks. Hari ini diperkirakan indeks kembali bergerak dengan kecenderungan melemah.
(ang/ang)











































