Faktor China ini terutama menekan saham sektor tambang dan perkebunan. Dari domestik, sentimen negatif turut dipicu proyeksi Bank Dunia mengenai pertumbuhan ekonomi Indonesia 2014 yang hanya 5,3%. Asing kemarin mencatatkan nilai penjualan bersih Rp.232,35 miliar. Sepanjang tahun ini aksi jual bersih asing di pasar saham telah mencapai Rp.17,17 triliun atau USD1,43 miliar.
Sementara tadi malam Wall Street berhasil rebound setelah pekan lalu terkoreksi 1,6%. Indeks DJIA dan S&P masing-masing menguat 0,8% dan 0,6% ditutup di 15884,57 dan 1786,54. Penguatan menjelang pertemuan The Fed seiring dengan membaiknya perekonomian AS. Produk industri AS November lalu naik 1,1% di atas estimasi 0,6% dan bulan sebelumnya 0,1%. Harga sejumlah komoditas energi dan logam ikut menguat tadi malam menyusul melemahnya dolar AS menjelang pertemuan The Fed. Harga minyak mentah naik 0,67% di USD97,25/barrel dan harga logam emas naik 0,5% di USD1240,70/t.oz.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IHSG : S1 4080 S2 4050 R1 4150 R2 4180
Saham Pilihan
TLKM 2050-2150 TB, SL 1980
BBRI 6750-7100 TB, SL 6600
INDF 6400-6750 TB, SL 6300
INCO 2400-2650 TB, SL 2350
BUMI 310-400 SoS, SL 305
BRAU 167-182 TB, SL 163
TINS 1540-1680 BoW, SL 1500
(dru/dru)











































